BeritaDesa.co.id, Gresik – Momen Hari Lahir Pancasila berfungsi sebagai pengingat sekaligus evaluasi sejauh mana masyarakat Indonesia berhasil merajut dan meleburkan keberagaman suku, agama, dan ras menjadi satu kesatuan identitas nasional yang utuh.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Driyorejo Gresik, HR, Hendry mengatakan, “Pembauran kebangsaan merupakan kunci dari berfungsinya Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa dan berkaitan erat antara Hari Lahir Pancasila dengan Pembauran Kebangsaan diantaranya..” (Senin, 1 Juni 2026)
1. Fondasi Persatuan dalam Keberagaman :
Pancasila digali dari nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh nusantara, secara kodrati ditujukan untuk menyatukan masyarakat majemuk
Pembauran kebangsaan adalah proses internalisasi nilai-nilai tersebut agar tidak terjadi segregasi antar golongan.
2. Realisasi Sila Ke-3 :
Pembauran kebangsaan adalah wujud nyata dari Sila Ketiga, yakni “Persatuan Indonesia”. Proses ini memastikan seluruh elemen masyarakat melebur tanpa menghilangkan identitas lokal, sebailiknya memperkaya budaya nasional.
3. Menghapus Sekat Diskriminasi:
Momentum 1 Juni hari kelahiran Pancasila mendorong seluruh warga negara, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan (seperti Forum Pembauran Kebangsaan) untuk terus memperkuat toleransi, menghapus diskriminasi dan menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(dikutip dari stimsukma)
HR. Hendry juga menambahkan, “Pembauran kebangsaan adalah proses integrasi berbagai suku dan ras di Indonesia melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, dan budaya”
“Jadi, Pancasila dengan pembauran kebangsaan saling melengkapi, Pancasila adalah pedoman dasarnya, sedangkan pembauran kebangsaan adalah laku sosial yang memastikan pedoman tersebut hidup di tengah masyarakat” Pungkas HR. Hendry yang juga Ketua BPD Nasional di-Kabupaten Gresik. (Red-H)





















































