Dalam sambutannya, Indra Utama menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, beserta jajaran pemerintah daerah, Kejaksaan Negeri, Forkopimda, dan seluruh pengurus ABPEDNAS yang terus mendukung semangat serta kekompakan anggota BPD dalam menjaga kondusivitas masyarakat dan mendukung pembangunan desa.
Menurutnya, peran BPD saat ini semakin strategis dan tidak lagi hanya sebatas pelengkap administrasi desa. BPD memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi jalannya pemerintahan desa, menyalurkan aspirasi masyarakat, menjaga transparansi pembangunan, hingga menjadi penggerak partisipasi warga.
“BPD adalah representasi masyarakat desa yang memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan desa berjalan baik, transparan, dan berpihak kepada masyarakat,” ujar Indra Utama.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) sebagai wadah perjuangan dan penguatan kelembagaan anggota BPD di seluruh Indonesia. Menurutnya, ABPEDNAS bukan sekadar organisasi formal, melainkan rumah besar bagi anggota BPD untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, serta membangun jejaring dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, Indra Utama menyampaikan bahwa ABPEDNAS saat ini terus memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai kementerian dan lembaga negara, termasuk Kejaksaan Republik Indonesia. Salah satu bentuk sinergi itu adalah keterlibatan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, sebagai Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan pembangunan desa, meningkatkan pemahaman hukum anggota BPD, mencegah penyalahgunaan dana desa, memperkuat program JAGA DESA, serta membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel.
ABPEDNAS juga baru saja sukses menggelar kegiatan “ABPEDNAS JAGA DESA Award 2026” yang dihadiri Jaksa Agung RI, para menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, dan sejumlah tokoh nasional. Kegiatan itu menjadi bukti bahwa keberadaan BPD dan ABPEDNAS semakin mendapat perhatian di tingkat nasional sebagai bagian penting dalam penguatan pembangunan desa dan pengawasan partisipatif masyarakat.
Indra Utama juga mengajak seluruh anggota BPD di Bengkulu Tengah untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah desa, aparat keamanan, kejaksaan, dan seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, ia meminta optimalisasi keanggotaan ABPEDNAS dilakukan secara serius dan terstruktur melalui pendataan anggota, penguatan komunikasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta peningkatan pelatihan dan pendidikan bagi anggota BPD.
“Anggota BPD harus menjadi penggerak gotong royong, penjaga persatuan masyarakat, pengawas pembangunan yang amanah, serta pelopor pembangunan sosial dan ekonomi desa,” katanya.
Ketua Umum DPP ABPEDNAS itu juga berharap ABPEDNAS Bengkulu Tengah aktif mendukung berbagai program pemerintah daerah seperti BERBINAR, JAGA DESA, Jaga Dapur MBG, Jaga Indonesia Pintar, Jaga Air Bersih, ketahanan pangan, pengembangan bioflok, hingga pemberdayaan UMKM desa. Program-program tersebut dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam membangun daerah secara partisipatif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto dalam berbagai kesempatan juga terus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun daerah dari bawah. Konsep “membangun dari bawah” menjadi semangat pembangunan yang menitikberatkan pada kebutuhan masyarakat desa sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah.
Rachmat Riyanto juga dikenal aktif mendorong pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta pemberdayaan masyarakat desa melalui kolaborasi lintas sektor.
Melalui berbagai program tersebut, ABPEDNAS bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah ingin mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi rakyat, pusat ketahanan pangan, pusat pemberdayaan masyarakat, sekaligus benteng persatuan bangsa.




















































