BeritaDesa.co.id, Jakarta — Paparan mengenai meningkatnya ancaman disinformasi menjadi sorotan utama dalam kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Jaya Angkatan ke-23/2025 yang berlangsung di Ruang Nusantara, Lantai 6 Blok A Gedung Walikota Jakarta Selatan, Rabu (19/11).
Dalam materi berjudul “Ketika Kebenaran Tidak Lagi Dicari Publik”, narasumber Dr. Bagus Darmanto menjelaskan sejumlah kondisi yang melemahkan fungsi jurnalisme, mulai dari erosi kepercayaan publik, krisis legitimasi media, hingga volume disinformasi yang kian sulit dikendalikan.
Dr. Bagus menyebut publik kini lebih percaya opini populer ketimbang laporan investigatif, sementara berita palsu lebih cepat menyebar daripada klarifikasi. Ia juga menyoroti munculnya deepfake dan synthetic media serta penggunaan adversarial AI yang memungkinkan manipulasi informasi lolos dari deteksi algoritma.
“Fenomena ini membuat kehadiran jurnalis sering terlambat dalam memberikan klarifikasi dan pada akhirnya meruntuhkan kredibilitas bukti yang menjadi kekuatan utama pers,” jelasnya.
OKK PWI Jaya Angkatan ke-23/2025 ini digelar untuk memperkuat etika, integritas, dan profesionalisme wartawan, terutama dalam menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai media, termasuk wartawan Beritadesa.co.id.
Penulis: Gusti Ayu






























































