Berita 7 Mei 2016 – Mengharukan, Artis Tasya Membacakan Puisi Nama Saya Yuyun, Kisah Kasus Yuyun Bengkulu
Thanks for Subcribes and Share
Please Like and Coment
Narasi berdasarkan kisah nyata nantragis Yuyun bikin nangis netizen.
Membaca narasi ini seolah-olah kita Yuyun dan korban jadi kebiadaban 14 pemuda. Seolah merasakan peristiwa ‘mengerikan’ yang dialami Yuyun.
Narasi tersebut diunggah oleh akun dengan nama Eko Kuntadhi pada Selasa (3/5/2016) malam.
Si pengunggah, Eko mengakui ia bukanlah yang menulis narasi ini, ia mengucapkan terima kasih pada beberapa nama yang telah memberikan salinan tulisan ini dan diunggah di dinding Facebooknya.
Belum diketahui siapa yang menulis narasi kisah tragis Yuyun ini namun hingga berita ini diturunkan, Rabu (4/5/2016) sudah ada 3.9 ribu yang memberikan respon dengan emoticon, 2,8 ribu komentar dan 3,779 akun membagikan kisah ini.
Membaca narasi ini dijamin sulit untuk menahan air mata yang menetes.
Siapkan tisu karena Anda seolah menjadi sosol Yuyun.
Seorang anak yang baru saja pulang dari sekolah lalu mengalami kejadian yang sangat mengerikan.
Membaca narasi ini tak hanya seolah membayangkan jadi korban yang mengalami peristiwa tragis tapi juga seolah bisa merasakan atmosfir menakutkan.
Merasakan ketakutan, merasakan sakit yang tak terukur.
Sebagian besar netizen mengaku menangis setelah membaca narasi ini dan berharap kejadian ini tak terulang.
Berikut narasi yang disalin dari akun Facebook Eko Kuntadhi.
NAMA SAYA YUYUN
Saya Yuyun, 14 tahun, siswi kelas 2 SMP 5 Satu Atap di Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, Bengkulu.
Tadi di sekolah ada kegiatan Pramuka, makanya saya memakai seragam cokelat.
Seragam Pramuka saya mungkin tidak sebersih seragam kamu saat sekolah. Maklum saya gadis desa yang akrab dengan getah pohon dan debu.
Tapi saya bangga menggenakannya.
Saya juga bangga menjadi siswi, bersekolah bersama teman-teman.
Bagi saya belajar adalah bagian dari perjalanan saya untuk mengenal dunia.
Mencerucup ilmu pengetahuan adalah bekal saya untuk masa depan.
Meski hidup di desa, di pelosok pulau Sumatera, saya juga punya cita-cita.
source






















































