BeritaDesa.co.id – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Purwakarta di Gedung Negara Pemerintah Daerah Purwakarta (18/03/25).
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), khususnya dalam penguatan peran desa dalam pembangunan daerah.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Saepul Bahri menekankan pentingnya partisipasi aktif dari ABPEDNAS, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengimbau agar para anggota BPD yang tergabung dalam ABPEDNAS bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan aktif dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, seperti pembersihan selokan dan saluran air.
“Kolaborasi antara pemerintah dan ABPEDNAS sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari risiko banjir dan penyakit. Semangat gotong-royong harus terus kita rawat bersama,” ujar Bupati Saepul.
Audiensi ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah seperti Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Protokol Pemerintah Daerah, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Hadir pula jajaran pengurus serta anggota ABPEDNAS Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Zulhas Pimpin Satgas Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan 80 Ribu Koperasi!
Sementara itu, Ketua DPC ABPEDNAS Purwakarta, Robby Tama menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi resmi organisasi kepada pemerintah daerah guna memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Dasar dari audiensi ini adalah untuk menselaraskan program kerja DPC ABPEDNAS dengan pihak eksekutif maupun legislatif, sekaligus meminta ruang publik agar keberadaan dan peran strategis BPD dalam pembangunan desa lebih diakui,” jelas Robby.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan BPD dalam menjaring aspirasi masyarakat dari tingkat RT/RW hingga kecamatan, serta dorongan agar pemerintah daerah dapat membantu peningkatan kapasitas BPD sebagai lembaga strategis di desa.
“Selama ini, asosiasi pemerintahan desa yang sering dilibatkan hanya APDESI. Padahal, BPD juga punya fungsi vital dalam pengawasan, advokasi, dan penyusunan produk hukum seperti Perdes yang menopang pemerintahan desa yang baik,” lanjutnya.
Selain itu, ia berharap agar keberadaan BPD tidak hanya diakui secara administratif, namun juga secara normatif dan yudikatif.
“BPD seharusnya bisa menjadi mitra kritis yang turut mengadvokasi kepala desa agar tidak terjerumus dalam kekeliruan administratif. Kami berharap ke depan, BPD bisa mendapat peran lebih dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk pelatihan dan peningkatan kapasitas yang layak,” tambahnya.
Robby juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung visi nasional, termasuk mensukseskan 8 Asta Cita Presiden Prabowo melalui peran aktif di tingkat desa.
“ABPEDNAS ingin menjadi rumah besar bagi aspirasi masyarakat desa. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin bisa membantu menyelaraskan tujuan negara dan visi Purwakarta Istimewa yang dicanangkan oleh pemerintah daerah,” tutupnya.

























































