BeritaDesa.co.id — Kabar gembira datang bagi masyarakat Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan. Jalan tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu kini secara resmi kembali masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) versi terbaru pemerintah pusat.
Penetapan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang merupakan perubahan kedelapan atas Permenko Nomor 7 Tahun 2021, dan ditandatangani oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 September 2025. Dikutip dari detikfinance, dalam daftar PSN terbaru, terdapat 50 ruas tol baru yang ditetapkan sebagai bagian dari PSN.
Salah satu proyek tol yang masuk adalah ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu, yang menjadi penghubung strategis antar provinsi, mengaitkan Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Sambutan Pemerintah Daerah
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyambut keputusan tersebut dengan penuh rasa syukur.
“Alhamdulillah, ikhtiar dan doa kita semua akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya ketika dikonfirmasi pada Senin (13/10).
Ia berharap status sebagai PSN akan mempercepat pembangunan tol tersebut.
“InsyaAllah, dengan status PSN ini, pembangunan jalan tol Bengkulu bisa semakin cepat terealisasi,” tambahnya.
Pada sisi masyarakat, sejumlah warga dan pejabat daerah di Bengkulu serta Lubuk Linggau juga menyatakan kegembiraan mereka atas keputusan ini. Mereka berharap tol ini akan memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk antarprovinsi serta membuka potensi ekonomi baru.
Pembangunan tol Bengkulu–Lubuk Linggau sebenarnya sudah sempat berjalan. Seksi I, dari Kota Bengkulu ke Taba Penanjung, telah dioperasikan setelah diresmikan pada 2023 oleh Presiden Joko Widodo. Namun, pada tahun 2024, bagian lanjutan (seksi II dan III) sempat dicoret dari daftar PSN.
Kini dengan keputusan terbaru, ruas tol tersebut “kembali prioritas” dan dimasukkan kembali dalam PSN, agar pembangunan lanjutan bisa dirampungkan.
Penting untuk dicatat bahwa tol Lubuk Linggau–Curup–Bengkulu merupakan bagian dari jaringan Trans-Sumatra Toll Road, yang mencakup koridor panjang antar pulau Sumatra. Dalam catatan terkini, jaringan tol Trans-Sumatra ini mencakup puluhan segmen yang sedang dibangun atau direncanakan. Jika terlaksana sesuai rencana, tol tersebut akan memangkas waktu tempuh secara signifikan dan menjadi jalur logistik utama di Pulau Sumatra bagian barat. Masyarakat berharap, manfaatnya langsung dirasakan dalam waktu dekat.






























































