BeritaDesa.co.id, Jakarta — Ketua Umum Pengusaha Bela Bangsa, Trisya Suherman, menegaskan bahwa peran ibu merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu bersama CEO Indonesia, pengusaha nasional, dan komunitas Perempuan BerSiNar di Jakarta, Senin (22/12/2025).
“Ibu menjadi garda terdepan untuk generasi muda. Dari ibu lahir nilai, karakter, dan ketahanan mental anak-anak kita. Jika ibu kuat, maka generasi muda juga akan kuat,” ujar Trisya Suherman dalam wawancara usai acara.
Menurut Trisya, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyangkut krisis karakter, disrupsi teknologi, serta minimnya keteladanan di lingkungan sosial. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan, khususnya ibu, harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
Ia menambahkan, Pengusaha Bela Bangsa mendorong keterlibatan aktif sektor swasta dalam program-program pemerintah yang berorientasi pada penguatan keluarga, pendidikan karakter, dan kemandirian ekonomi perempuan.
“Pengusaha tidak boleh hanya bicara profit. Kita punya tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga arah generasi bangsa. Sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan perempuan adalah kunci,” tegasnya.
Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi forum perkenalan antarpelaku usaha serta penyampaian informasi terkait sejumlah proyek pemerintah yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi sektor swasta. Trisya berharap forum seperti ini dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Pengusaha Bela Bangsa, tokoh perempuan, serta pelaku usaha dari berbagai bidang, dan berlangsung di Kantor Sekretariat DPP Pengusaha Bela Bangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ditulis oleh: Gusti Ayu






























































