beritadesa.tv Simeulue – Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) di
Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh merasa bahagia karena didukung Pemerintah setempat.
Pemkab Simeulue mendirikan rumah produksi terpadu melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PPKUMKM) untuk pelaku UMKM dalam mengembangkan dan memasarkan produk-produk mereka.
Kepala Dinas bidang usaha itu, Novikar Setiadi mengatakan di Simeulue, Aceh Kepulauan Jumat (27/10).
Menurutnya, kehadiran rumah produksi terpadu (RPT) tersebut untuk menyiasati kendala yang dihadapi pelaku UMKM di Kabupaten kepulauan tersebut.
“Selama ini, pelaku UMKM terkendala dengan modal dan teknologi dalam mengembangkan usaha. Kehadiran rumah produksi terpadu tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala tersebut,” ujar Novikar.
Jumlah UMKM di Kabupaten Simeulue mencapai 25 ribuan. Namun, dalam pengembangan usaha, mereka sulit berkembang karena keterbatasan modal dan alat produksi yang masih konvensional.
Kehadiran RPT akan menjadi solusi terhadap kendala itu. Seperti dikutip Antara, RPT digunakan bersama-sama oleh pelaku UMKM. Selain untuk produksi, rumah terpadu juga menjadi tempat dan pusat pemasaran produk mereka.
Produk-produk yang dihasilkan selama ini di Simeulue di antaranya makanan dan minuman ringan, kerajinan pakaian, suvenir, produk olahan perikanan, dan lainnya.
Untuk wilayah pemasaran, masih di sejumlah pasar lokal yang ada di Kabupaten Simeulue. Namun, ada beberapa produk dipasarkan ke daratan Aceh.
Dengan adanya RPT tersebut, pemasaran produk ke berbagai daerah di Provinsi Aceh maupun luar daerah akan lebih mudah,” ujar Novikar.
RPT menjadi proyek percontohan dalam pengelolaan dan pengembangan UMKM, baik produksi maupun pemasaran.
“Selain menyiapkan rumah produksi terpadu, kami juga memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM guna meningkatkan sumber daya manusia dalam mengembangkan usahanya,” tambah Novikar. (z)






























































