Oleh: Fridrik Makanlehi, SH, ST, M.Sc
Langkah kolaboratif antara Kementerian Koperasi dan UKM yang dipimpin oleh Ferry Juliantono dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, di bawah koordinasi Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani, menjadi bukti nyata bahwa pemerintah kini semakin serius dalam menjaga transparansi dan kejujuran pengelolaan dana desa.
Dua Lembaga, Satu Tujuan
Kedua tokoh ini berhasil menghadirkan sinergi luar biasa antara bidang ekonomi rakyat dan penegakan hukum.
Program Koperasi Merah Putih yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi merupakan wujud nyata penguatan ekonomi desa — membangun dari bawah, dengan semangat gotong royong dan kemandirian.
Sementara itu, Kejaksaan Agung melalui bidang Intelijen di bawah kepemimpinan Reda Manthovani, menghadirkan program “Jaga Desa” sebagai langkah preventif dan pengawasan hukum yang berorientasi pada pencegahan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Tujuannya jelas, agar setiap rupiah dana desa digunakan sesuai hukum, efektif, dan transparan untuk kesejahteraan rakyat di desa.
Aplikasi Digital: Inovasi Kejaksaan untuk Era Baru Transparansi
Tak berhenti pada edukasi hukum, Kejaksaan Agung juga meluncurkan inovasi penting melalui aplikasi “Real Time Monitoring Village Management Funding” — sebuah sistem digital untuk memantau pengelolaan dana desa secara langsung, terbuka, dan akuntabel.
Dengan sistem ini, tidak hanya aparat desa yang dapat mengontrol, tetapi juga masyarakat dapat ikut mengawasi dan menilai kinerja keuangan desa secara transparan.
Inovasi ini merupakan langkah maju menuju era digitalisasi pemerintahan desa yang bersih dari potensi penyimpangan.
Sinergi yang Membangun, Bukan Menyalahkan
Kementerian Koperasi dan Kejaksaan Agung sama-sama memahami bahwa desa adalah urat nadi ekonomi bangsa.
Namun tanpa pendampingan hukum dan pengawasan yang sehat, niat baik pembangunan bisa tergelincir oleh ketidaktahuan atau kesalahan administrasi.
Melalui kolaborasi Ferry Juliantono dan Reda Manthovani, kedua lembaga ini hadir bukan untuk menakuti, tetapi untuk membimbing dan menjaga.
Pendampingan hukum dan pengawasan digital menjadi dua sisi mata uang yang saling melengkapi — ekonomi tumbuh, hukum tegak.
Menjaga Desa, Menjaga Negeri
Desaid.tv melihat kolaborasi ini sebagai contoh sinergi cerdas antarinstansi negara.
Koperasi Merah Putih memberi semangat ekonomi baru bagi desa,
sementara Jaga Desa memastikan semua berjalan jujur dan transparan.
Sinergi antara Ferry Juliantono dan Reda Manthovani adalah potret pemimpin yang tidak hanya bekerja di atas kertas, tapi turun langsung ke akar masalah rakyat.
Mereka menunjukkan bahwa keadilan dan kesejahteraan bisa berjalan berdampingan.
Karena menjaga desa, sesungguhnya adalah menjaga masa depan bangsa.






























































