BeritaDesa.co.id — Kerja nyata dan pengabdian Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Lebak, Nenden, membuahkan hasil menggembirakan bagi masyarakat desa yang terdampak bencana dan hidup dalam kondisi memprihatinkan. Melalui pendekatan kolaboratif, koordinasi lintas lembaga, serta arahan dari Ketua Umum DPP ABPEDNAS, sejumlah bantuan berhasil digerakkan, mulai dari rumah nyaris roboh, pengukuran jalan, hingga rencana pembangunan hunian sementara untuk korban banjir bandang.
“Alhamdulillah, saya bawa organisasi ABPEDNAS untuk bantu masyarakat yang rumahnya mau rubuh, dan langsung di-ACC hanya dua minggu kemudian,” ujar Nenden penuh syukur.
Salah satu kasus yang kini menjadi bukti nyata peran ABPEDNAS adalah rumah Pak Eman yang hampir roboh di Kecamatan Wanasalam. Meski proposal bantuan telah diajukan ke Dinas Perkim Lebak, Dinas Sosial, dan Perkim Provinsi Banten, tak kunjung ada tanggapan. Berbekal arahan dari Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, agar kasus ini dikawal dan dipiralkan, perhatian dari lembaga sosial pun segera muncul.
“Setelah koordinasi ke pusat se suai arahan Ketum ABPEDNAS, alhamdulillah Baznas Provinsi langsung merespons. Seminggu kemudian, bantuan material senilai Rp22 juta turun, dan pembangunan langsung dimulai,” jelas Nenden.

Saat ini, rumah Pak Eman tengah dibangun kembali secara gotong royong bersama warga, RT, kepala desa, dan camat setempat. Aksi solidaritas warga dan kehadiran nyata DPC ABPEDNAS menjadi kekuatan utama yang menggerakkan perubahan.
Pengukuran Jalan dan Perhatian Pemerintah
Selain membantu rumah warga, DPC ABPEDNAS Lebak juga berhasil mendorong pengukuran jalan di tiga desa di Kecamatan Wanasalam. “Ini sudah diukur dan tinggal menunggu proses lebih lanjut. Kami pastikan terus dikawal hingga terealisasi,” tambah Nenden.
Di Kecamatan Lebak Gedong, perhatian pun datang dari Bupati dan Gubernur Banten. Jalan menuju wilayah ini telah diperiksa dan bahkan sudah masuk perencanaan anggaran.
Tak kalah penting, upaya yang dilakukan DPC ABPEDNAS Lebak juga membuahkan hasil berupa rencana pembangunan hunian sementara di tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang, yaitu Sajira, Cipanas, dan Lebak Gedong.
“Insya Allah, ini bagian dari tanggung jawab moral kami agar warga yang terdampak bencana tidak terlalu lama menunggu kepastian,” ucap Nenden.
Apresiasi Ketua Umum DPP ABPEDNAS
Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat dan nyata yang dilakukan DPC Lebak. “Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bukan hanya simbol formal desa, tapi mitra strategis pemerintah yang harus hadir dalam solusi. Jika semua DPC bergerak seperti ini, maka wajah desa akan berubah,” tegasnya.

Indra juga menyoroti pentingnya sinergi antara DPC, DPD, dan DPP untuk menjadi jembatan antara warga dan kebijakan publik. “Satu koordinasi yang tepat bisa menyelamatkan satu keluarga, satu postingan bisa mengetuk hati banyak pemangku kebijakan,” tambahnya.
Program Nasional BPD Tanggap Desa
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, DPP ABPEDNAS sedang menyiapkan program nasional “BPD Tanggap Desa”, untuk membekali kader-kader BPD di seluruh Indonesia agar responsif, terlatih, dan mampu memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat desa.
“Selama ABPEDNAS hadir di tengah-tengah desa, tidak boleh ada warga yang dibiarkan tinggal di rumah nyaris roboh tanpa diperjuangkan. Ini janji kami,” tutup Nenden.
























































