BeritaDesa.co.id — CEO Indonesia bersama Pengusaha Bela Bangsa (PBB) menggelar Gathering & Networking Dinner dalam rangka perayaan Imlek dan Buka Puasa Bersama di The Belleza Suite, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi lintas pengusaha sekaligus penguatan jejaring usaha nasional.
Ketua Umum CEO Indonesia & PBB, Trisya Suherman, menegaskan bahwa tradisi kebersamaan lintas budaya dan agama memiliki nilai strategis bagi dunia usaha.
“Imlek dan buka puasa bersama saya berharap tradisi ini memberikan manfaat bagi orang banyak. Pengusaha sehat, pekerja nyaman,” ujar Trisya.
Acara tersebut juga dihadiri tokoh pengusaha nasional Dewi Motik Pramono. Dalam keterangannya, Dewi menekankan posisi pengusaha dalam kehidupan berbangsa.
“Pengusaha jangan berpolitik, tapi kita harus mendukung pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Pembina Pengusaha Bela Bangsa, Hengky Kurniawan, menyampaikan pesan kebangsaan dan keagamaan kepada seluruh peserta.
“Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa,” ucapnya singkat.
Dari sisi ekonomi global, perwakilan Sinar Mas ASEAN Management Global, Domingus Kinantan Ginting, memaparkan kondisi perekonomian dunia yang masih diliputi ketidakpastian.
Dalam presentasinya, Domingus menjelaskan bahwa tekanan geopolitik, dinamika tarif perdagangan internasional, serta isu energi global menjadi faktor utama perlambatan pasar global.
Ia menyebutkan bahwa meskipun terjadi penurunan tarif di sejumlah negara, ketegangan geopolitik—termasuk di kawasan Timur Tengah—masih berpotensi memengaruhi harga minyak dan stabilitas pasar dunia. Kondisi tersebut diperkirakan membuat pasar global cenderung stagnan hingga sedikit melemah.
Terkait Indonesia, Domingus menilai kebijakan fiskal pemerintah saat ini memang memperlebar defisit, namun dilakukan dengan tujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir, konsumsi domestik mulai menunjukkan pemulihan seiring peningkatan belanja pemerintah dan kebijakan ekonomi baru. Meski demikian, inflasi diperkirakan tetap berada pada level terkendali.
Ia juga memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tidak akan mengalami perubahan signifikan, dengan kecenderungan stabil, sementara peluang penurunan suku bunga global terbuka jika tekanan inflasi mereda, khususnya di Amerika Serikat.
Acara Gathering & Networking ini ditutup dengan sesi perkenalan, makan malam bersama, serta hiburan musik yang memperkuat suasana kebersamaan antar pelaku usaha lintas sektor.

























































