Berita 15 Oktober 2016 – HEBOH !!! Empat Makam Misterius Lagi di Padepokan Dimas Kanjeng
Polres Probolinggo kembali menemukan empat makam misterius di lingkungan Padepokan (Bank Gaib) Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jatim. Keempat makam tak dikenal warga setempat itu diduga keras sebagai makam eks pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang meninggal dunia saat menunggu pencairan uang mahar mereka.
“Kami sudah melakukan penyisiran di sejumlah titik berbeda, yang ada di dalam lingkungan padepokan. Dari penyisiran yang sudah kami lakukan, total ada empat makam misterius yang kami temukan di padepokan Dimas Kanjeng,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Jumat (14/10) tadi malam.
Sebagaimana informasi awal sebelumnya, empat makam tersebut masing-masing adalah milik pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di antaranya berinisial SD asal Brebes (Jateng), SM asal Magetan (Jatim), dan NA asal Ngawi (Jatim), serta AT asal Papua. Untuk jasad SD, SM, dan NA disebut-sebut telah digali dan dibawa kembali ke kampung halamannya oleh pihak keluarga beberapa waktu lalu untuk dimakamkan secara layak.
Sedang jasad AT masih dikubur di area padepokan karena kampung halamannya terlalu jauh. Keempat pengikut Dimas Kanjeng itu menurut informasi yang dihimpun Kapolres, meninggal dunia dalam kurun waktu antara tahun 2013-2016. Kapolres Probolinggo menegaskan, selain temuan empat makam yang telah diketahui identitasnya tersebut, pihaknya juga mencurigai keberadaan dua makam lain yakni makam pengikut berinisial AS yang berada disamping utara rumah induk (‘istana’) Dimas Kanjeng, serta makam seorang pengikut asal Kalimantan yang belum diketahui identitasnya.
“Sejauh ini, kami akan terus menyelidiki apakah makam pengikut yang berbaur dengan makam umum atau pemakaman keluarga. Sebab di dalam lingkungan padepokan, diketahui terdapat tiga lokasi pemakaman umum dan satu titik pemakaman keluarga,” ujar AKBP Arman Asmara Syarifuddin, mantan Kasubdit III Ditreskoba Polda Metro Jaya itu.
Pemeriksaan Oknum Polisi
Sementara itu dua orang perwira Kepolisian Resor Jember, AKP UB dan Iptu FA kini harus menjalani pemeriksaan tim penyidik Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Divpropam Polda Jatim), terkait kasus penipuan Dimas Kanjeng. Mereka diketahui ikut-ikutan menjadi korban iming-iming penggandaan uang mahar yang ditawarkan Dima Kanjeng menjadi 100 kali lipat dalam tempo tiga tahun.
“Kita masih lihat dari sidang internal (disiplin dan kode etik) dulu, sejauh mana keterlibatannya, “ ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji kepada wartawan, usai menghadiri acara Silaturahim Forum Pimpinan Daerah Jatim di Hotel Cempaka Hill, Kabupaten Jember, Jumat (14/10).
Menurut Jenderal Polisi bintang dua kelahiran Malang namun besar di Jember itu, dalam pemeriksaan awal keterlibatan dua perwira pertama (Pama) tersebut karena terbujuk rayuan koodinator pengepul mahar atau “Sultan” Dimas Kanjeng. Jika memang terbukti, maka akan ada sanksi untuk UB dan FA, tandasnya.
Sementara untuk warga yang menjadi korban penipuan namun tak mau melapor, Anton tidak bisa memaksa. Begitu jugabagi warga yang masih bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng. “Itu hak setiap warga negara. Kita hanya memberikan pengertian,”tambahnya.
source






















































