BeritaDesa.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Desa Bersatu menggelar Rapat Koordinasi Daerah Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada hari ini 24 April 2025 di Gedung Gadis, Polewali Mandar Sulawesi Barat. Acara ini bertajuk ‘Dukungan Desa Bersatu terhadap Pembentukan Koperasi Desa untuk Percepatan Pembangunan Desa’. Provinsi Sulawesi Barat merupakan Provinsi pertama (Kick-Off) dalam rangkaian agenda Rapat Koordinasi Daerah Desa Bersatu yang akan di gelar di 33 Provinsi di Tanah Air.
Ketua Umum DPP Desa Bersatu Muhammad Asri Anas menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi Daerah ini merupakan tindak lanjut hasil Rakornas yang digelar pada 24-25 Maret 2025 di Jakarta. Dalam Rakornas itu, Desa Bersatu menghasilkan Piagam Kesepakatan Organisasi Desa Nasional yang menegaskan dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. “Rapat Koordinasi Daerah ini adalah amanat organisasi sebagaimana hasil Rakornas Desa 2025 sebelumnya, sekaligus aksi nyata untuk mengawal dan mendukung percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025,” ujar Asri Anas dalam keterangannya.
Menurut Asri Anas, Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program, melainkan wujud semangat kolektif untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyebut koperasi sebagai soko guru atau pilar utama ekonomi. Untuk itu Desa Bersatu perlu untuk memanfaatkan momentum untuk mengawal sekaligus menyukseskan Visi Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam agenda pembangunan Desa. “Desa Bersatu memanfaatkan momentum ini untuk mendukung, mengawal, serta menyukseskan visi besar Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita keenam, yaitu membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan” katanya.
Lebih lanjut, Asri Anas menyoroti bahwa tahun 2025 merupakan momen strategis karena ditetapkan sebagai Tahun Koperasi Internasional (International Year of Cooperatives) oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2024 lalu. Dengan tema Cooperatives Build a Better World (Koperasi Membangun Dunia Lebih Baik), tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk menggelorakan kembali semangat perkoperasian di Indonesia, khususnya di tingkat Desa. “Tahun ini momentum yang sangat baik utuk menyadarkan kita semua bahwa Koperasi bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga simbol kebersamaan dan gotong royong yang merupakan karakter masyarakat Indonesia. Melalui Koperasi Desa Merah Putih, kami ingin membersamai kebangkitan ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” tegas Asri.
Rakornas Sulawesi Barat: Komitmen Desa Bersatu Untuk Transformasi Ekonomi Desa
Rapat Koordinasi Daerah Desa Bersatu Sulawesi Barat akan dihadiri oleh 575 Kepala Desa, 3.000 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta perangkat desa, pengurus DPP Desa Bersatu, serta 54 pimpinan organisasi desa dari seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Acara ini rencananya akan di hadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, dan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Acara ini juga sekaligus mengagendakan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Desa Bersatu Provinsi Sulawesi Barat yang di pimpin oleh Abdul Rahim, S. Ag., M.H. Sebagai Ketua DPD Desa Bersatu Sulawesi Barat.
Salah satu agenda adalah pemberian penghargaan kepada Desa-Desa yang telah berhasil mendirikan Koperasi Desa Merah Putih. Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga ajang promosi untuk memperkenalkan jenis usaha yang telah dikembangkan oleh koperasi-koperasi tersebut. “Sulawesi Barat telah menunjukkan capaian luar biasa. Sudah terbentuk sembilan unit Koperasi Desa Merah Putih yang berasal dari empat kabupaten di Sulawesi Barat. Keberhasilan ini akan menjadi model dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” ungkap Asri. Ia menambahkan bahwa koperasi-koperasi tersebut telah menunjukkan potensi untuk menjadi penggerak ekonomi lokal, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga usaha mikro dan kecil yang dikelola secara profesional.
Komitmen Desa Bersatu: Kualitas di Atas Kuantitas
Desa Bersatu menegaskan bahwa percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bertujuan untuk mendirikan sebanyak mungkin unit koperasi, tetapi juga memastikan kualitas tata kelola yang sesuai dengan asas dan prinsip koperasi. “Kami memahami bahwa perkoperasian di Indonesia menghadapi berbagai masalah dan tantangan, mulai dari soal tata kelola hingga praktik yang menyimpang dari nilai koperasi. Oleh karena itu, Desa Bersatu berkomitmen untuk mengawal pembentukan koperasi di desa agar benar-benar menerapkan prinsip gotong-royong, transparansi, dan akuntabilitas,” jelas Asri. Ia menambahkan bahwa kebijakan percepatan ini harus dimaknai sebagai upaya untuk mempercepat dampak ekonomi bagi masyarakat desa. “Kami tidak ingin percepatan ini hanya menghasilkan banyak koperasi tanpa kualitas. Yang kami kawal adalah percepatan kebangkitan perekonomian desa melalui koperasi yang dikelola dengan baik, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya. Untuk itu, Desa Bersatu berkomitmen akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola koperasi desa.
Setelah Sulawesi Barat, rangkaian Rakornas akan berlanjut di sejumlah provinsi lain, yaitu Bengkulu pada 25 April, Sulawesi Selatan pada 26 April, Banten pada 28 April, serta Riau dan Kepulauan Riau yang akan menggelar acara bersamaan pada 30 April. Acara puncak direncanakan berlangsung pada 31 Mei 2025 di Jakarta, dengan target telah terbentuk 30.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
“Target 30.000 koperasi adalah angka yang besar, tetapi kami optimistis karena semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak sangat kuat. Kami percaya bahwa koperasi desa akan menjadi lokomotif baru untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa setiap koperasi yang dibentuk harus memiliki rencana usaha yang jelas, manajemen yang profesional, dan dampak ekonomi yang terukur.
Desa Bersatu: Wadah Perjuangan Organisasi Desa Nasional
Desa Bersatu adalah organisasi wadah yang menaungi delapan organisasi desa nasional, yang resmi terbentuk pada Kongres Desa I pada 24 Maret 2024 di Jakarta. Kedelapan organisasi tersebut adalah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional Indonesia (ABPEDNAS), Pengurus Pusat Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PP PPDI), Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (DPN PPDI), Komunitas Purnabakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (KOMPAKDESI), dan Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara). Sebagai wadah persatuan perjuangan untuk kepentingan Desa, Desa Bersatu memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi desa, mengawal kebijakan nasional yang berpihak pada desa, serta mendorong pembangunan Desa berbasis potensi lokal.






























































