BeritaDesa.co.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Desa Bersatu bersama Dewan Pimpinan Daerah Desa (DPD) Bersatu Provinsi Banten sukses menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Kertasana, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Kamis (8/5).
Acara dengan mengusung tema “Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan Pencanangan Desa Ekspor” ini menegaskan komitmen untuk mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta mengusung agenda desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berdaya saing global.
Selain komitmen dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih, salah satu agenda utama Rakorda adalah pencanangan Desa Kertasana sebagai Desa Ekspor.
Desa Kertasana telah mencatat prestasi dengan mengekspor ikan mas koki ke sembilan negara, yakni Inggris, Kanada, Belanda, Australia, Afrika Selatan, Bulgaria, Perancis, dan Jepang. Keberhasilan ini menjadi simbol potensi desa untuk menembus pasar global, sekaligus menginspirasi desa-desa lain di Indonesia.
Sekretaris Jenderal DPP Desa Bersatu sekaligus Ketua Panitia Rakorda, Uhadi, S.H. menyampaikan keterangannya terkait kesuksesan acara dan capaian ekspor ikan mas koki.
“Alhamdulillah Rakorda ini berjalan dengan sangat baik dan lancar, melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pencanangan Desa Ekspor Kertasana adalah bukti nyata bahwa desa mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang diterima pasar internasional. Ikan mas koki dari Kertasana telah menjadi kebanggaan, dan kami akan terus mendampingi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan ekspor,” ujar Uhadi.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ekspor ini didukung oleh pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Karya Bersama secara profesional.
Sementara itu, dalam sambutan utama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan menegaskan peran sentral Koperasi Desa Merah Putih dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Koperasi desa adalah tulang punggung ekonomi perdesaan. Melalui pengelolaan sumber daya lokal yang optimal, koperasi dapat meningkatkan produksi pangan, mendukung swasembada pangan, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Zulkifli juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menjadikan desa sebagai mercusuar pembangunan nasional, dengan mencontohkan keberhasilan Desa Kertasana dalam ekspor ikan mas koki.
Acara dimulai dengan kunjungan rombongan pejabat ke lokasi budidaya ikan mas koki dan BUM Desa Karya Bersama. Para pejabat berdialog langsung dengan pembudidaya, eksportir, dan pengelola BUM Desa untuk memahami dinamika pengembangan produk ekspor.
Acara ini juga ditandai dengan penanaman padi rombongan mengikuti Gerakan Indonesia Menanam sebagai simbol komitmen terhadap ketahanan pangan oleh. Kemeriahan acara turut diwarnai oleh penampilan Tarian Khas Banten dari Sanggar Seni Kertasana. Penampilan ini menjadi wujud penghormatan terhadap kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Banten.

Baca Juga: PABPDSI Bentuk Satgas Pengawasam Kopdes Merah Putih, Mendes Yandri Beri Apresiasi
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Desa Bersatu Muhammad Asri Anas dalam sambutan dan pemaparannya bertema “Kolaborasi Stakeholders Desa dalam Pembangunan Desa Nasional” menekankan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan tanpa kerja sama lintas sektor.
“Desa adalah jantung pembangunan Indonesia. Namun, potensi besar yang dimiliki desa hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Koperasi Desa Merah Putih adalah wahana untuk memberdayakan UMKM, mengelola potensi lokal, dan meningkatkan nilai tambah produk desa,” jelasnya.
Ia juga memaparkan visi Desa Bersatu untuk menjadikan setiap desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, dengan memanfaatkan kearifan lokal dan teknologi modern.
Dalam keterangannya kepada pers, Asri Anas menambahkan bahwa Rakorda di Banten merupakan bagian dari misi besar Desa Bersatu untuk mengkonsolidasikan komitmen desa-desa di seluruh Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan Koperasi Desa Merah Putih dijalankan dengan baik di setiap desa. Banten, dengan potensi pertanian, perikanan, dan UMKM-nya, memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Desa Kertasana adalah contoh nyata bahwa desa bisa bersaing di pasar global,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Desa Bersatu akan terus mendampingi desa-desa dalam membangun koperasi yang kuat dan berkelanjutan. Acara ini juga memperkuat posisi Banten sebagai provinsi yang berkontribusi signifikan dalam pembangunan nasional. Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, DPP Desa Bersatu optimistis bahwa visi desa mandiri, sejahtera, dan berdaya saing global dapat terwujud.
“Kami ingin setiap desa di Indonesia memiliki koperasi yang kuat dan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar dunia. Banten telah menunjukkan jalan, dan kami akan terus mendampingi desa-desa lain untuk mengikuti jejak ini,” ujar Asri Anas dalam keterangannya.
Setelah rangkaian acara selesai, dilanjutkan dengan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) bertempat di Kantor Desa Kertasana. Musdesus digelar dalam rangka membentuk Koperasi Desa Kertasana Merah Putih. Musdesus ini melibatkan Kepala Desa, BPD, perangkat desa, dan perwakilan masyarakat desa Kertasana. Musdesus ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan koperasi sebagai pilar ekonomi desa.
Rakorda di Banten merupakan bagian dari Road Show Rakorda Desa Bersatu di 33 provinsi, yang telah sukses digelar di Sulawesi Barat (24/4), Bengkulu (25/4), dan Sulawesi Selatan (26/5). Rangkaian ini akan berlanjut di 30 provinsi lainnya, menuju puncaknya pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) di Jakarta pada Juni 2025.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Gubernur Banten Andra Soni, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hengki, dan Bupati Pandeglang R. Dewi Setiani. Dari unsur organisasi Desa Bersatu, selain Ketua Umum DPP Desa Bersatu Muhammad Asri Anas dan Sekretaris Jenderal DPP Desa Bersatu (Ketua Panitia Rakorda) Uhadi, turut hadir Bendahara Umum Desa Bersatu Indra Utama, sejumlah para Wakil Ketua DPP Desa Bersatu, Ketua DPD Desa Bersatu Provinsi Banten Deni Nopiana, serta ratusan perwakilan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pelaku usaha, dan masyarakat se-Provinsi Banten.
Desa Bersatu: Wadah Perjuangan Desa
Desa Bersatu, yang terbentuk pada Kongres Desa ke-I pada 24 Maret 2024 di Jakarta, merupakan organisasi wadah yang menaungi organisasi-organisasi desa nasional yang terdiri dari APDESI, AKSI, PABPDSI, ABPEDNAS, PP PPDI, DPN PPDI, KOMPAKDESI, dan Parade Nusantara. Desa Bersatu memiliki misi strategis untuk menyuarakan aspirasi desa, mengawal kebijakan nasional yang berpihak pada desa, dan mendorong pembangunan perdesaan berbasis potensi lokal. Melalui Rakorda, Desa Bersatu menunjukkan komitmennya, dengan mendukung serta mengawal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, untuk menjadikan desa sebagai pilar pembangunan nasional yang mandiri dan berdaya saing.
Asri Anas mengajak seluruh pemangku kepentingan bersama Desa Bersatu, dari pemerintah hingga masyarakat, untuk mendukung kebijakan Koperasi Desa Merah Putih.
“Mari kita wujudkan desa yang berkekuatan untuk memacu pembangunan Indonesia. Bersama-sama, kita harus bisa menjadikan desa sebagai mercusuar kemajuan bangsa,” tutup Asri Anas.






























































