
oleh: Ir. H. Indra Utama M.PWK., IPU, Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Bendahara Umum Asosiasi Desa Bersatu dan CEO Journalist Media Network
_____________________________________________
Pelabuhan Baai di Bengkulu sejatinya menyimpan potensi besar sebagai gerbang logistik dan perdagangan di pesisir barat Sumatera. Sayangnya, pelabuhan ini terus mengalami pendangkalan tanpa solusi nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kondisi ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi cerminan dari pengabaian struktural terhadap daerah yang tidak dianggap strategis secara nasional.
Pendangkalan yang terjadi secara terus-menerus berdampak langsung pada aktivitas bongkar muat. Kapal-kapal besar enggan bersandar, biaya logistik membengkak, dan investor urung datang. Akibatnya, Bengkulu kembali kehilangan peluang emas untuk tumbuh lewat jalur maritimnya sendiri.
Salah satu akar persoalan adalah minimnya perhatian dari pemerintah pusat. Anggaran pengerukan yang semestinya rutin, nyaris tak pernah menyentuh pelabuhan ini. Padahal, jika pemerintah serius dengan agenda pemerataan pembangunan, Pelabuhan Baai seharusnya masuk daftar prioritas. Bukankah semangat Nawacita dulu menekankan membangun dari pinggiran?
Tak kalah penting, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di Bengkulu harus lebih keras menyuarakan urgensi ini. Tidak cukup hanya mengeluh di media, harus ada langkah konkret: menyusun proposal teknis, melobi kementerian terkait, hingga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta.
Kita tak bisa terus menyalahkan sejarah atau anggaran. Saatnya bergerak. Pelabuhan Baai terlalu berharga untuk terus terpendam oleh lumpur ketidakpedulian.






























































