BeritaDesa.co.id — Ketua Umum DPP DESA BERSATU, Muhammad Asri Anas, bersama jajaran pimpinan organisasi desa nasional, bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, di Ruang Rapat Menteri Koperasi (17/04/25).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi serta Staf Khusus Menkop Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Budi Arie menyampaikan harapan besar kepada DESA BERSATU agar menjadi ujung tombak dalam mewujudkan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh pelosok tanah air. Menurutnya, koperasi ini adalah harapan rakyat desa, dan harus dijaga dari kepentingan politik ataupun bisnis yang tidak berpihak pada masyarakat.
Ketua Umum DPP DESA BERSATU menyatakan bahwa pihaknya bersama 8 organisasi desa nasional siap mendukung percepatan pembentukan koperasi ini.
”Dalam waktu dekat, kami akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Desa Bersatu Provinsi di seluruh Indonesia untuk mempercepat dan menyukseskan program tersebut.” ujarnya dalam keterangan resmi di akun Instagram Desa Bersatu.

Langkah Nyata Menuju Desa Maju dan Mandiri
Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai langkah strategis membangun ekonomi dari desa. Hal ini didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, dengan peluncuran nasional dijadwalkan pada 12 Juli 2025 bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Program ini dilaksanakan secara lintas kementerian, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Desa, Kementerian Pertanian, BUMN, Badan Pangan Nasional, dan lainnya. Mereka bekerja sama untuk membentuk ekosistem koperasi desa yang kuat, modern, dan berkelanjutan.
Koperasi Desa Merah Putih akan memiliki berbagai unit usaha yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, antara lain:
- Gerai sembako
- Gerai obat murah / apotek desa
- Klinik desa
- Kantor koperasi
- Unit simpan pinjam
- Gudang penyimpanan (cold storage)
- Gerai logistik (distribusi)
- Usaha sesuai kearifan lokal & penugasan pemerintah
Baca Juga: Wamenkop: Pembentukan Kopdes Merah Putih Kembangkan Potensi Setiap DesaPencairan Dana Desa Tahap I 2025 Sampai 15 Juni, Ini Syaratnya…
Dampak Positif dan Manfaat Ekonomi Nyata
Muhammad Asri Anas menekankan bahwa koperasi ini tidak hanya sebagai sarana ekonomi, tetapi sebagai gerakan sosial yang mampu mengangkat harkat desa secara menyeluruh. Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan dapat:
- Meningkatkan kesejahteraan warga desa
- Menciptakan lapangan kerja baru
- Menjangkau pelayanan secara sistematis dan cepat
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat desa
- Memodernisasi manajemen koperasi
- Menekan harga barang di tingkat konsumen
- Meningkatkan nilai tukar petani
- Menekan dominasi tengkulak
- Memperpendek rantai pasok
- Mendorong inklusi keuangan
- Menjadi agregator UMKM
- Menurunkan kemiskinan ekstrem
- Menekan inflasi di daerah pedesaan
Asri Anas mengajak seluruh pihak untuk tidak meragukan Koperasi Desa Merah Putih. Ia mengatakan “Siapa pun yang tidak mendukung atau meragukan Koperasi Desa Merah Putih, sama saja tidak ingin melihat desa maju.”.
Dengan semangat gotong royong dan intervensi negara yang terarah, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi kekuatan baru dalam menciptakan Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera di seluruh Indonesia.























































