BeritaDesa.co.id — Dalam enam bulan pertama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan fiskal yang diambil oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai sangat spektakuler dan strategis dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya Program Asta Cita Presiden Prabowo yang menargetkan pembangunan 3 juta unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Nasional (ASPRUMNAS), Muhamad Syawali, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah konkret pemerintah yang dinilainya berhasil menciptakan momentum percepatan pembangunan sektor perumahan.
“Kebijakan fiskal yang digulirkan oleh Menkeu Sri Mulyani benar-benar menyasar kebutuhan riil masyarakat dan sangat membantu pengembang dalam merealisasikan proyek rumah MBR, baik di perkotaan, perdesaan, maupun kawasan pesisir untuk masyarakat nelayan,” ujar Syawali.
Salah satu kebijakan terobosan adalah peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari sebelumnya 220.000 unit pada tahun 2025 menjadi 350.000 unit. Penambahan kuota ini disertai dengan berbagai penyempurnaan skema pembiayaan yang memudahkan MBR dalam mengakses rumah layak huni dengan cicilan terjangkau.
Selain itu, Menteri Keuangan juga menggulirkan serangkaian paket kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut antara lain Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja padat karya dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan, BSU untuk guru honorer, sebagai bentuk penghargaan atas peran penting mereka dalam dunia pendidikan, Diskon Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk menekan beban iuran tenaga kerja sektor informal, danDiskon tarif tol dan transportasi umum, guna menekan biaya hidup dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang ekspansif dan terukur, pemerintah optimistis dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pemerintah bahkan menyatakan keyakinannya bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun ini sangat mungkin tercapai.
“Kami (ASPRUMNAS) sangat mendukung dan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan program 3 juta rumah. Sinergi antara pengembang, pemerintah pusat, dan daerah kini semakin kuat,” tegas Syawali.
Langkah nyata dan keseriusan pemerintah ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha, terutama sektor properti, yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

























































