BeritaDesa.co.id — Universitas Pancasila kembali menggelar prosesi Wisuda Sarjana Semester Ganjil dengan penuh khidmat dan semarak, bertempat di Jakarta Convention Center, Senayan. Wisuda kali ini bertepatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dan dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam kepengurusan Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP).
Tampak hadir Dr (H.C).Ir. Siswono Yudohusodo, Ketua Pembina YPPUP, yang dikenal luas sebagai tokoh pengusaha, pernah menjadi Menteri dan pendidik yang peduli pada pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Ia didampingi oleh Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H., mantan Ketua Mahkamah Agung RI yang kini menjabat Wakil Ketua Pembina YPPUP.
Turut menyaksikan prosesi ini, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Ketua Pengawas YPPUP dan pernah menjadi Menteri Perhubungan; Ahwil Luthan, Pembina YPPUP, Komjen Pol (Purn) Dr. Suhardi Alius, M.H., Pembina YPPUP, Ir. Indra Utama, M.PWK, Pengawas YPPUP, Ir. Kiki Lestari, Pengawas YPPUP dan Yoga Satrio, SH, Sekretaris YPPUP.
Dalam sambutannya, Ketua Pembina Siswono Yudo Husodo menyampaikan pesan kepada para wisudawan untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan terus mengasah kemampuan di era global yang penuh tantangan.
“Universitas Pancasila berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kerja, motivasi pencapaian (achievement motivation), dan inovasi bagi para wisudawan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif di era borderless world. Persaingan tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga lintas batas negara, yang ditandai dengan semakin mudahnya pekerja dan investor lintas negara. Dengan 9 juta pekerja Indonesia di luar negeri dan 400.000 pekerja asing di Indonesia, Dr. Siswono mendorong para lulusan untuk memperluas kemampuan, termasuk menguasai bahasa internasional seperti Mandarin, Jepang, atau Korea, selain Bahasa Inggris, sebagai bekal berkompetisi secara global.
Siswono optimis bahwa Indonesia memiliki masa depan cerah dalam konstelasi ekonomi global. Pada tahun 2035, Indonesia diperkirakan berada di peringkat 8 atau 9 sebagai ekonomi terbesar dunia, seiring dengan bergesernya pusat kegiatan ekonomi global ke Asia. Perubahan ini, menurutnya, membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam sektor-sektor strategis, khususnya manufaktur yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama. Peran generasi muda menjadi kunci dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju yang signifikan secara global.
Sementara itu, Pjs. Rektor UP, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M. dalam pidato sambutannya, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat dan daya juang yang tak kenal menyerah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. “Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah,” kutip Prof. Adnan dari Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, seraya menegaskan bahwa lulusan UP harus menjadi pelopor dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di setiap lini kehidupan.
Wisuda ini juga menjadi momentum reflektif terhadap pencapaian UP yang kini memasuki usia 59 tahun. Dengan akreditasi institusi Unggul, UP tercatat sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta versi UI GreenMetric 2024, serta menempati posisi ke-14 secara nasional dalam indeks SINTA, yang mengukur produktivitas dan dampak publikasi ilmiah. Capaian gemilang juga ditorehkan mahasiswa UP di berbagai ajang internasional seperti World Science Environment Engineering Competition (WSEEC), Thailand International Choral Festival, hingga Jakarta International Science Fair.
Lebih lanjut, Prof. Adnan menyoroti pentingnya etika dan moral sebagai kompas dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Menurutnya, nilai luhur Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam berpikir, bertindak, dan berkontribusi bagi bangsa.
Prosesi wisuda diikuti oleh 896 lulusan dari berbagai program studi sarjana dan profesi. Rektor Universitas Pancasila, para dekan, dosen, dan staf akademik turut hadir menyampaikan ucapan selamat serta penghargaan kepada para lulusan terbaik.






























































