BeritaDesa.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Desa Bersatu menggelar Rapat Koordinasi Daerah Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Provinsi Sulawesi Selatan Sabtu 26 April 2025 di Golden Lily Hall Ballroom Hotel Four Points by Sheraton, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Rakorda Makassar merupakan kelanjutan dari Rakorda serupa yang di gelar di Sulawesi Barat (Kick-Off) (24/4) dan Bengkulu (25/4) sebelumnya. Rakorda Desa Bersatu Makassar di hadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi yang sekaligus memberikan penghargaan kepada Koperasi Desa Merah Putih yang telah berhasil dibentuk. Kabupaten Takalar menerima Piagam Penghargaan atas prestasi keberhasilan membentuk 100 persen atau sebanyak 110 unit KDMP di wilayah Kabupaten Takalar.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dalam keterangannya mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kerja keras segenap unsur Pemerintah Desa di Kabupaten wilayah Takalar atas pencapaian tersebut. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini” katanya.
Bupati Takalar juga mengatakan bahwa selalu memantau percepatan pembentukan KDMP di wilayahnya, “saya monitor terus percepatan pembentukan Koperasi berkoordinasi dengan Pak Camat, mana desa yang belum, mana desa yang sudah, dan apa kendalanya sehingga kita bantu untuk percepat pendiriannya” ujarnya.
Menteri Koperasi dan UKM juga berkesempatan menyerahkan Piagam Penghargaan secara simbolis kepada 23 unit KDMP yang berhasil dibentuk.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Desa Bersatu Muhammad Asri Anas dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas terselanggaranya acara. “Setelah sukses menggelar Rakorda di Sulawesi Barat (24/5) dan Bengkulu yang juga mengukuhkan Pengurus DPD Desa Bersatu Bengkulu kemarin (25/5), hari ini alhamdulillah Rakorda Sulawesi Selatan sukses terselenggara di Kota Makassar, meriah acaranya” katanya.
Lebih lanjut, Asri Anas menyampaikan rasa bangga dan berterima kasih atas kesuksesan penyelenggaraan Rakorda sejauh ini. “Saya mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan acara Rakoda Sulbar dan Bengkulu sebelumnya, terima kasih atas kerja keras teman-teman penyelenggara yang solid dari Kepala Desa, BPD, serta Perangkat Desa”.
Asri Anas juga menyampaikan apresiasi acara Rakorda Makasar yang menurutnya patut menjadi contoh untuk Rakorda berikutnya. “Kesuksesan Rakorda Makassar patut menjadi model bagi penyelenggaran Rakorda Desa Bersatu selanjutnya, juga dalam capaian percepatan pembentukan KDMP sebagaimana di tunjukkan oleh Kabupaten Takalar” katanya.
Rakorda Desa Bersatu Makassar turut dihadiri oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Pengurus DPP Desa Bersatu pusat, Pengurus DPD Desa Bersatu Sulawesi Selatan, para Bupati, 189 pimpinan Organisasi Desa, serta 2.256 unsur Kepala Desa, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), dan Perangkat Desa se-Sulawesi Selatan.
Asri Anas juga menyampaikan bahwa sebagaimana Rakorda sebelumnya, Rapat Koordinasi Daerah ini merupakan tindak lanjut hasil Rakornas yang digelar pada 24-25 Maret 2025 di Jakarta yang menghasilkan Piagam Kesepakatan Organisasi Desa Nasional untuk mendukung Percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
“Rapat Koordinasi Daerah ini adalah amanat Rakornas Desa 2025 sebelumnya, kami akan lanjutkan di 30 Provinsi berikutnya, hingga puncaknya akhir Mei di Jakarta” tegas Asri Anas.
Asri Anas menekankan bahwa Desa Bersatu berkomitmen mengawal percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat Desa di seluruh Indonesia.
“Sikap kami dalam mendukung percepatan pembentukan KDMP sekaligus mengawal kebangkitan ekonomi desa melalui koperasi, maka pemetaan dan pemanfaatan potensi lokal desa serta pengelolaan koperasi yang profesional adalah kunci ” katanya.
Rakorda juga sekaligus melakukan sosialisasi sejumlah program Desa Bersatu bersama Pemerintah diantaranya Program ‘Jaga Desa’ bersama Kejaksaan Agung RI, Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) bersama Badan Narkotika Nasional RI, serta Program kerja sama Asuransi Warga Desa bersama PT. Asta Kanti Insurance Broker.
Setelah Sulawesi Selatan, rangkaian Rakorda Desa Bersatu akan berlanjut di 30 provinsi berikutnya diantaranya Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, Banten, Aceh, dan seluruh Provinsi di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua. Acara puncak puncak di agendakan pada 31 Mei 2025 di Jakarta.
Desa Bersatu adalah organisasi wadah yang menaungi delapan organisasi desa nasional, yang resmi terbentuk pada Kongres Desa I pada 24 Maret 2024 di Jakarta. Kedelapan organisasi tersebut adalah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional Indonesia (ABPEDNAS), Pengurus Pusat Perangkat Desa Seluruh Indonesia (PP PPDI), Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (DPN PPDI), Komunitas Purnabakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (KOMPAKDESI), dan Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara).
Sebagai wadah persatuan perjuangan untuk kepentingan Desa, Desa Bersatu memiliki peran strategis dalam menyuarakan aspirasi desa, mengawal kebijakan nasional yang berpihak pada desa, serta mendorong pembangunan Desa berbasis potensi lokal.























































