BeritaDesa.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DESA BERSATU bersama 8 organisasi desa nasional menggelar silaturahmi dengan Menteri Desa, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd dan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tempo hari
Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 250 peserta tersebut melibatkan jajaran Ketua Umum DPP, Ketua DPD Provinsi, serta perwakilan dari organisasi-organisasi desa nasional seperti APDESI, AKSI, ABPEDNAS, PABPDSI, DPN PPDI, PP PPDI, KOMPAKDESI, dan PARADE NUSANTARA.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP DESA BERSATU, Muh. Asri Anas yang duduk berdampingan langsung dengan Menteri Desa, menyampaikan berbagai aspirasi dan rekomendasi hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Desa tahun 2025.
“Aspirasi dan rekomendasi tersebut menjadi masukan bagi Menteri Desa dalam mengawal pembangunan desa nasional ke depan, terutama memastikan desa sebagai subjek pembangunan,” ujar Muh. Asri Anas di hadapan para peserta.
Silaturahmi ini bukan hanya menjadi ajang komunikasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar-lembaga dan organisasi desa. Menteri Desa, H. Yandri Susanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberhasilan program pembangunan desa.
“Kolaborasi ini yang akan memastikan program tersebut dapat sukses dijalankan, seperti program makan bergizi gratis yang melibatkan BUMDES, Koperasi Desa Merah Putih, dan berbagai program lainnya,” pungkas Mendes Yandri.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia, Ir. H. Indra Utama M.PWK., IPU juga turut menyampaikan komitmennya dalam mendukung program-program prioritas Kemendes PDTT.
“Kami siap mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui peran anggota BPD seluruh Indonesia,” tegasnya.
Pertemuan ini dinilai sebagai langkah penting dalam membangun komunikasi yang intensif antara pemerintah pusat dan organisasi desa, demi mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada masyarakat desa.






























































