Sejumlah rumah di desa Cimuncang, Majalengka, ini hanya menunggu waktu untuk ambruk dan akan rata dengan tanah bila tidak segera ditangani. Sebagian bahkan kondisinya sudah sangat parah dan tidak bisa lagi ditinggali karena pemiliknya kuatir akan ambruk.
Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (07/03/2018), rusaknya puluhan bangunan di Desa Cimuncang diakibatkan pergerakan tanah. Sebagian warga yang rumahnya ambruk terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat mereka.
“Rumah saya sekarang tidak bisa ditempati lagi. Saya takut rumah saya ambruk dan menimpa anggota keluarga. Saat ini saya mengungsi kerumah ibu saya,” jelas Soleh, korban tanah bergerak.
Sebagian lagi bingung mengungsi karena tidak punya kerabat sehingga tetap bertahan walaupun kondisinya berbahaya.
“Saya bingung mau mengungsi kemana, saya tidak punya saudara sama sekali di daerah sini,” kata Endah, korban tanah bergerak.
Tercatat ada sekitar enam puluh rumah yang kondisinya rusak, sepuluh diantarnya kondisinya sudah hancur dan sudah dikosongkan pemiliknya. Sampai saat ini warga masih menunggu bantuan pemerintah Kabupaten Majalengka maupun BPBD.
“Saat ini ada 60 rumah warga yang terkena bencana ini dan hampir ambruk. Jadi, saya memohon kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi ini. Sampai sekarang sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah ke daerah ini,” terang Predi Pradana, Kaur Umum Desa Cimuncang.
source





























































