Oleh: Ir. Indra Utama, M.PWK, IPU
CEO Journalist Media Network, Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ketua LSP AREA Indonesia
_____________________________________________________________________________________________________
Sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam bidang pertanahan dan industri properti, saya merasa terhormat bisa bersilaturahmi langsung ke Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sulawesi Tenggara Senen, 26 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, saya berdiskusi panjang dengan Rahmat, A.Ptnh.,M.M., QRMO., CODP Kepala Kanwil ATR/BPN Sultra, terkait beragam tantangan dan strategi percepatan pembangunan bidang pertanahan di wilayah ini.
Diskusi hangat kami menyentuh beberapa poin penting, seperti pelaksanaan program Reforma Agraria, percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pengembangan sertifikat elektronik, serta penanganan isu krusial seperti penyediaan lahan untuk rumah-rumah warga di desa. Lebih dari itu, kami juga membahas pentingnya dukungan penuh dari ATR/BPN terhadap industri properti dan perumahan, yang kini tengah tumbuh pesat di Sulawesi Tenggara seiring dengan meningkatnya kebutuhan hunian dan pengembangan kawasan. Termasuk pada terjadinya kasus mafia tanah serta perlunya penguatan dan kerjasama antara asosiasi profesi agen properti dengan ATR/BPN terkait PPAT dan transaksi.
Rahmat, merupakan sosok pejabat karier dengan pengalaman panjang di bidang pertanahan. Sebelum menjabat sebagai Kepala Kanwil ATR/BPN Sultra, beliau telah melanglang buana memimpin berbagai Kantor Pertanahan di Indonesia seperti di Bogor, Depok. Kematangan kariernya di lapangan membuatnya memahami secara detail berbagai dinamika dan tantangan di sektor agraria.
Yang lebih membanggakan, Rahmat, juga merupakan kandidat Doktor Ilmu Hukum pada Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Pancasila yang memperkaya pendekatan beliau dalam menyusun kebijakan dan solusi hukum yang progresif namun tetap berpihak kepada masyarakat. Dalam perbincangan kami, beliau juga menyampaikan dukungannya terhadap gagasan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yakni pentingnya sertifikasi.
























































