BeritaDesa.co.id — Wakil Menteri Desa, Riza Patria, menekankan pentingnya mengidentifikasi ulang seluruh potensi desa sebagai langkah awal dalam percepatan pembangunan wilayah perdesaan.
Dalam pidatonya, Riza menyampaikan bahwa pembangunan desa harus dimulai dengan pemahaman mendalam atas kekuatan lokal, yang mencakup sektor pertanian, perikanan, kelautan, perkebunan, kehutanan hingga pertambangan.
“Dengan mengetahui potensi yang dimiliki, kita bisa mengarahkan pembangunan secara tepat guna mewujudkan desa yang maju dan masyarakat yang sejahtera,” ujar Riza saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah di Gedung Gadis Polewali Mandar, Sulawesi Barat (24/04/25).

Selain potensi, pemetaan masalah desa juga menjadi fokus utama, seperti belum tuntasnya penegasan batas wilayah yang baru mencapai progres 7 persen. Menurut Riza, batas wilayah yang jelas akan mempermudah perencanaan dan penggunaan lahan secara optimal.
Sebagai bagian dari strategi pembangunan, pemerintah mendorong penyediaan lahan strategis seluas 1.000 meter persegi tanpa pembelian atau sewa untuk mendirikan fasilitas penting desa.
”Fasilitas ini mencakup gerai, apotek, toko sembako, hingga gudang logistik, dengan bangunan fisik seluas 400 meter persegi sesuai kebutuhan masing-masing desa.” ungkapnya.
Presiden juga memberikan arahan agar lokasi fasilitas dipilih di area strategis, dekat dengan pemukiman warga untuk mendukung akses transportasi dan distribusi hasil produksi desa.
Tak hanya fisik, pembangunan desa juga diperkuat melalui penyediaan transportasi logistik dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan masyarakat desa dan pendampingan aparat desa dinilai sebagai kunci sukses pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, melibatkan 13 kementerian, 3 lembaga negara, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah. Implementasi awal ditargetkan di Sumba, dengan penyelesaian lebih cepat dari target nasional pada 12 Juli.
Baca Juga: Desa Bersatu Gelar Rapat Koordinasi Daerah Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 33 Provinsi, Kick Off Sulawesi Barat
Riza juga memuji antusiasme warga Sulbar dalam mendukung program ini, termasuk inisiatif aplikasi keliling desa yang akan menyediakan kebutuhan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau.
Menariknya, program apotek keliling desa terinspirasi dari India, bertujuan menjamin ketersediaan obat murah dan mudah dijangkau. Hal ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap aspek kesehatan dan kesejahteraan warga desa.
Salah satu inovasi utama adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Lebih dari sekadar proyek pembangunan, koperasi ini menjadi simbol transformasi ekonomi desa berbasis gotong royong dan kearifan lokal. Pembentukannya dilakukan melalui musyawarah desa yang melibatkan kepala desa, BPD, tokoh adat, petani, nelayan hingga pemuda desa.
Untuk mendukung operasional koperasi, pemerintah mendorong pemanfaatan tanah negara yang tidak terpakai tanpa melalui proses pembelian atau sewa.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis partisipasi masyarakat, Riza menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen serius pemerintah dalam membangun desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan desa-desa di seluruh Indonesia.

























































