BeritaDesa.co.id – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Mekarsari dan Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, mengalami kerusakan parah. Tali penyangga putus dan lantai jembatan berlubang, sehingga membahayakan warga yang melintas setiap hari.
Jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat Mekarsari menuju pusat pemerintahan Kecamatan Cihara. Namun hingga kini, kerusakan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Kepala Desa Mekarsari, Ade Suhendar, bersama Kepala Desa Barunai, Hasan, mendesak pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan Jembatan Kalijihara. Keduanya menekankan, jembatan ini vital bagi aktivitas warga, termasuk pelajar yang setiap hari harus melintas.
“Jembatan ini akses vital bagi masyarakat Mekarsari dan Barunai. Kami berharap pemerintah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti pembangunan demi keselamatan warga,” ujar Ade.
Hasan menambahkan, pembangunan jembatan harus menjadi prioritas. Menurutnya, penanganan jangan menunggu adanya korban atau kerusakan lebih parah.
“Lebih baik segera dibangun demi keamanan dan kelancaran akses masyarakat. Ini jalur utama yang menghubungkan Barunai dan sekitarnya,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Lebak, Nenden Yulia Kaniasari. Ia menegaskan, kondisi jembatan yang memburuk sudah menimbulkan korban jiwa.
“Harapan besar kami agar pemerintah segera mengambil langkah nyata. Jangan menunggu lebih banyak korban. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” tegasnya.






























































