
BANJARBARU : Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuka peluang pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan yang digagas Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan melalui Staf Ahli Gubernur Kalsel, Drs. H. Adi Santoso, saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) IV DPD IWAPI Kalsel di Hotel Grand Maya Banjarbaru, Selasa (29/9/2026).
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Adi Santoso, Pemprov Kalsel menyatakan siap memperkuat sinergi dengan IWAPI dan pemerintah kabupaten/kota. Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan adalah membuka peluang penyediaan lahan untuk menunjang program pemberdayaan anggota IWAPI.
“Kami juga akan mendorong komunikasi dengan para bupati dan wali kota untuk melihat peluang penyediaan lahan yang dapat dimanfaatkan bagi program pemberdayaan anggota IWAPI,” ujarnya.
Adi menjelaskan, Pemprov Kalsel memiliki lahan yang cukup luas dan sebelumnya direncanakan untuk pembangunan kawasan pusat olahraga. Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena keterbatasan anggaran. Daripada lahan tersebut tidak termanfaatkan, Pemprov Kalsel membuka peluang agar aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
“Daripada lahan tersebut tidak dimanfaatkan, apabila IWAPI berminat, lahan itu dapat kita bicarakan untuk dimanfaatkan bersama dengan Dinas Pertanian,” katanya.
Selain pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah, Pemprov Kalsel juga mendorong IWAPI terlibat dalam program pemerintah pusat di sektor pertanian. Di antaranya program pencetakan sawah baru dan optimalisasi lahan pertanian.
Menurut Adi, pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat, termasuk perempuan pengusaha yang tergabung dalam IWAPI.
“Tentu IWAPI tidak harus berjalan sendiri. Untuk kebutuhan modal maupun sarana pendukung, kita juga dapat mengoptimalkan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk melalui Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Peran Kaum Wanita Dalam Penguatan Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel juga menyoroti peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Ia mencontohkan Siti Khadijah sebagai sosok perempuan yang dikenal sebagai pengusaha sukses pada masa Rasulullah SAW. “Hal ini menunjukkan bahwa kiprah perempuan dalam dunia usaha bukanlah sesuatu yang baru,” katanya.
Menurutnya, banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini dijalankan oleh perempuan. Karena itu, pengusaha perempuan dinilai memiliki kontribusi penting dalam memperkuat perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga mengapresiasi berbagai program IWAPI yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota, mendorong inovasi produk, serta memperluas akses pasar.
Ia berharap IWAPI Kalsel terus meningkatkan pembinaan dan kompetensi anggota, memperkuat profesionalisme, memperluas jaringan usaha, serta menerapkan etika bisnis yang berkelanjutan.
“Rakorda ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi perempuan guna mencapai kemajuan bersama,” ujarnya.
Pemprov Kalsel, lanjutnya, siap mendukung program-program yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan perempuan.
“Karena itu, mari kita manfaatkan peluang tersebut melalui kolaborasi antara pemerintah, IWAPI, dan seluruh mitra strategis,” ajaknya.
Ia berharap Rakorda IV IWAPI Kalsel menghasilkan keputusan dan rekomendasi strategis yang dapat mendorong kemajuan dunia usaha perempuan serta memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.









































































