
AMUNTAI : Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) terus menyelidiki kasus kematian seorang pria berinisial J (55) yang ditemukan di Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polisi mengaku telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku, sementara penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Kasat Reskrim Polres HSU Iptu Firdaus Tarigan, mewakili Kapolres HSU, menyampaikan perkembangan penyelidikan tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/10/2026).
Firdaus mengatakan, penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan dan mendalami identitas pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban. “Untuk hasil visum keluar Senin mendatang. Saat ini, kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku,” ujarnya.
Meski telah memperoleh petunjuk mengenai ciri-ciri terduga pelaku, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas serta kemungkinan keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.
Tujuh Luka di Tubuh Korban
Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan tujuh luka pada tubuh J. Luka tersebut berada di beberapa bagian tubuh, meliputi dada, punggung, perut, dan bagian bawah ketiak.
Polisi menduga luka-luka itu berkaitan dengan penggunaan benda tajam. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan kepastian melalui pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hasil visum dijadwalkan keluar pada Senin (19/10/2026). Sambil menunggu hasil tersebut, penyidik terus menelusuri rangkaian kejadian serta motif yang melatarbelakangi kematian J.
Korban Ditemukan di Jalan Setapak
Sebelumnya, J ditemukan meninggal dunia di sebuah jalan setapak berupa tanah yang dikelilingi rerumputan di Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan, pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 16.10 Wita.
Korban diketahui merupakan warga Desa Patarikan, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak bergerak dan masih mengenakan helm.
Setelah menerima informasi penemuan jenazah, petugas Inafis Polres HSU bersama personel Polsek Amuntai Selatan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Pambalah Batung untuk menjalani pemeriksaan medis guna membantu proses penyelidikan.
Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap penyebab pasti kematian korban serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.










































































