
SAMPIT : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berdampak terhadap kelangsungan hidup satwa liar. Salah satu yang terdampak adalah orangutan (Pongo pygmaeus), yang mulai ditemukan di sekitar perkebunan dan permukiman warga.
Munculnya satwa dilindungi tersebut diduga berkaitan dengan kerusakan habitat akibat kebakaran. Hilangnya tempat berlindung dan berkurangnya sumber pakan membuat orangutan berpotensi keluar dari kawasan hutan untuk mencari makanan maupun lokasi yang lebih aman.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit mencatat adanya laporan kemunculan orangutan di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan aktivitas manusia selama karhutla berlangsung.
Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan laporan dari masyarakat mengenai keberadaan orangutan di kebun dan kawasan permukiman terus diterima seiring terjadinya kebakaran di wilayah Kotim.
“Dampak kebakaran ini makin banyak dilaporkan oleh warga, khususnya satwa liar orangutan masuk ke permukiman dan perkebunan warga,” ujar Muriansyah, Sabtu (17/10/2026).
Empat Orangutan Dievakuasi
Dalam periode Agustus hingga Oktober 2026, petugas BKSDA Pos Sampit telah melakukan penyelamatan terhadap empat individu orangutan yang ditemukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Kotim.
Langkah evakuasi dilakukan setelah keberadaan satwa tersebut diketahui di kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Muriansyah menyebutkan bahwa upaya penyelamatan tersebut merupakan bagian dari penanganan terhadap satwa liar yang berisiko akibat kerusakan habitat.
“Mulai dari Agustus, September dan Oktober ini, BKSDA Pos Sampit berhasil melakukan kegiatan penyelamatan empat individu orangutan,” jelasnya.
Dari empat individu yang berhasil diselamatkan, dua di antaranya merupakan pasangan induk dan anak yang ditemukan di Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Sementara itu, dua individu lainnya masing-masing ditemukan di kawasan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, serta Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Ditemukan di Kawasan Bekas Kebakaran
Menurut Muriansyah, seluruh orangutan yang berhasil dievakuasi ditemukan di area yang sebelumnya mengalami kebakaran. Selain itu, petugas juga menerima laporan mengenai keberadaan sejumlah orangutan di lokasi yang saat itu masih dilanda karhutla.
“Empat individu orangutan tersebut ditemukan di areal bekas kebakaran. Ada juga beberapa individu yang ditemukan di lokasi yang masih terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu kehidupan satwa liar yang bergantung pada ekosistem hutan.
BKSDA Pos Sampit terus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kemunculan orangutan di sekitar aktivitas manusia. Warga diharapkan segera melaporkan temuan satwa liar kepada petugas dan tidak melakukan penangkapan atau tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut.
Pelaporan yang cepat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sekaligus mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah terdampak karhutla.









































































