
HULU SUNGAI SELATAN : Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mulai mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi wisata yang menawarkan perpaduan alam, budaya, dan pengalaman lokal.
Di tengah bentang pegunungan dan aliran sungai, geliat pariwisata di daerah ini turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui akomodasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga jasa wisata.
Salah satunya terlihat di Pesona Bukit Batu Laki, Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Destinasi ini menawarkan pengalaman menikmati lanskap alam Meratus dari atas lanting yang menyusuri aliran Sungai Amandit.
Perjalanan menuju Bukit Batu Laki membawa pengunjung keluar sejenak dari suasana perkotaan. Berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Kandangan, pemandangan perlahan berganti menjadi hamparan alam dengan bukit, sungai, dan kawasan pedesaan.
Keindahan Bukit Batu Laki semakin lengkap dengan keberadaan Sungai Amandit yang mengalir di sisi kawasan tersebut. Aliran sungai tidak hanya memperkuat lanskap alami, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Dari atas lanting, wisatawan dapat menikmati panorama Batu Laki sambil menyusuri aliran sungai. Aktivitas sederhana tersebut menghadirkan cara berbeda untuk menikmati suasana kawasan Meratus, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan alam.
Tidak jauh dari Bukit Batu Laki juga terdapat Bendungan Amandit yang berada di kawasan perbatasan Desa Malutu dan Desa Batu Laki. Keberadaan bendungan turut memperkaya lanskap kawasan dan menjadi bagian dari potensi wisata alam yang dapat dinikmati masyarakat.
Di tengah bentang alam tersebut, aktivitas wisata mulai memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Pengelola Situs Batu Gamping Batu Laki, Muhammad Arsad, mengatakan keberadaan lanting wisata telah memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“Adanya lanting wisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang menikmati pemandangan dan alam yang ada di sini juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhammad Arsad di Hulu Sungai Selatan, Kamis (01/10/2026).
Menurut Arsad, daya tarik Batu Laki tidak terlepas dari kondisi alamnya yang masih terjaga. Pemandangan bukit, Sungai Amandit, serta suasana alami menjadi bagian yang menarik minat pengunjung untuk datang.
Karena itu, menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat sekitar, alam yang terjaga bukan hanya menghadirkan pemandangan indah. Kelestarian kawasan juga menjadi modal agar aktivitas wisata dapat terus berkembang dan manfaat ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Hal senada juga disampaikan pengelola situs, Akhmad Setia Budi. Menurutnya, keberlanjutan ekonomi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan.
“Lingkungan harus tetap dijaga karena dari lingkungan yang terjaga masyarakat juga mendapatkan hasil dan manfaat,” katanya.
Hubungan antara alam dan ekonomi masyarakat terlihat dari aktivitas wisata di Batu Laki. Pengunjung datang untuk menikmati panorama, sementara masyarakat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan wisata melalui keberadaan lanting dan berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Bagi wisatawan, perjalanan menggunakan lanting menjadi pengalaman untuk menikmati Batu Laki dari perspektif berbeda. Aliran Sungai Amandit, bukit yang menghijau, serta suasana kawasan yang relatif tenang menjadi bagian dari perjalanan menyusuri kawasan tersebut.

Sementara bagi masyarakat, sungai dan bentang alam di sekitar desa merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Bukit Batu Laki sendiri merupakan bagian dari kawasan Meratus UNESCO Global Geopark. Pengembangan wisata di kawasan ini mempertemukan tiga aspek penting, yakni konservasi lingkungan, edukasi, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sepanjang perjalanan dari pusat Kandangan, pengunjung dapat menemukan pengalaman wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam. Di Batu Laki, bukit dan sungai menjadi bagian dari satu lanskap, sementara lanting membawa wisatawan lebih dekat dengan alam dan membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, pesona Batu Laki tidak hanya terletak pada panorama Meratus yang dinikmati dari atas lanting. Keberlangsungan destinasi ini juga bergantung pada kemampuan masyarakat menjaga alam sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang lahir dari kawasan tersebut.
Menjaga alam tetap lestari menjadi kunci agar keindahan Batu Laki dapat terus dinikmati dan manfaat ekonominya tetap mengalir kepada masyarakat sekitar.









































































