
BANJARMASIN : Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mengungkap identitas lima korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Dengan penambahan tersebut, proses identifikasi terhadap para korban terus berlanjut, sementara masih ada sejumlah jenazah yang belum diketahui identitasnya.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid, menjelaskan bahwa pihaknya terus menyampaikan perkembangan terbaru mengenai penanganan kejadian tersebut, termasuk kegiatan pengamanan, proses identifikasi oleh tim DVI, serta aktivitas personel yang bertugas di lapangan.
“Jenazah yang telah berhasil dikenali identitasnya sudah dipulangkan pada Sabtu dan Minggu sebelumnya,” katanya Selasa (13/10/2026).
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. M. Sofwan, memaparkan bahwa lima korban yang baru teridentifikasi berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Penetapan identitas dilakukan melalui pemeriksaan DNA, pencocokan karakteristik medis, serta pemeriksaan barang-barang pribadi milik korban.
Kelima korban tersebut meliputi Warmin (41), warga Nganjuk, yang teridentifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA dan ciri medis. Berikutnya, Sukardi (51), asal Tulungagung, yang dikenali melalui karakteristik medis dan barang miliknya.
Korban selanjutnya adalah Ponco Budi Raharjo (46), warga Banyuwangi, yang identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA, ciri medis, dan properti. Metode serupa juga digunakan untuk mengidentifikasi M. Abdul Rosyid (28), asal Jember.
Adapun Agus Ribut Setyo Budi (48), warga Malang, berhasil dikenali berdasarkan hasil tes DNA dan pencocokan ciri medis.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, jumlah jenazah yang telah berhasil diidentifikasi hingga saat ini mencapai 77 orang. Sementara itu, masih terdapat lima jenazah yang belum terungkap identitasnya dari seluruh jenazah yang diterima di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Di sisi lain, persiapan untuk mengangkat bangkai KM Virgo Transport 8 dari lokasi kejadian juga masih berlangsung. Manajer Cabang PT Virgo Karya Shipping (VKS) Banjarmasin, Dwi, menyampaikan bahwa kegiatan penyelaman saat ini difokuskan pada pemetaan kondisi di lokasi kapal.
Menurutnya, dua penyelam telah diterjunkan untuk melaksanakan pemetaan tersebut. Namun, perkembangan lebih lanjut mengenai persiapan pengangkatan kapal masih menunggu laporan dari tim yang bekerja di lapangan.
Proses pemetaan bawah air menjadi salah satu tahapan yang dilakukan sebelum rencana pengangkatan kapal dilanjutkan ke tahap berikutnya.









































































