BERITA 12 September 2016 – ‘GEGER’ Saat Latihan Perang TNI Temukan Ladang G4nja Di Mandailing Natal
Di sela latihan TNI UST Tingkat Regu Kompi Senapan – B Bataliyon Infantri Raider 100 bersama pasukan lainnya berjumlah sekitar 147 orang di Bukit Tor Sihite dan Tor Antarsa Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan 67,5 Ha ladang ganja.
Demikian keterangan Danrem 023 / KS Kol Inf Fachri, Dandim 0212/TS Let Inf Saftapiandi DP Sip, Danyon 100/PS Let Inf Didik, bersama Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto, Dir Res Narkoba Kombes Pol Edy Iswanto, Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani di Posko Latihan Desa Hutabangun, usai penurunan barang bukti barang haram tersebut,
Danrem mengatakan, kegiatan latihan dilaksanakan selama 12 hari di wilayah medan latihan Kodam I/BB Desa Huta Padang Kecamatan Siabu yang lokasinya sampai ke Panyabungan Timur, dirangkai dengan berbagai kegiatan yang dipadukan dengan Koramil 13/Panyabungan, Kodim 0212/TS Rem 023/KS, Yonif 100 Raider/PS dan Yonif 123/Rajawali yakni kegiatan sosial di antaranya sunatan massal di Desa Huta Tinggi, Huta Bangun dan Pardomuan Kec Panyabungan Timur.
“Dari hasil perpaduan kegiatan pembinaan teritorial sangat mendapat simpatik masyarakat, sehingga dari kedekatan prajurit Babinsa dengan masyarakat menghasilkan informasi keberadaan ladang ganja di wilayah Tor Sihite dan Tor Antarsa Kecamatan Panyabungan Timur. Sehingga dilakukan penyisiran dan menemukan ladang ganja 67,5 Ha dengan barang bukti sekira 1 ton baik yang basah maupun keadaan kering,” ujarnya.
Sementara kata Danrem untuk sisanya yang ribuan batang lagi di musnahkan di lokasi. “Ada juga ditemukan ganja kering sekira 1 ton, itu pun dimusnahkan hanya sebagian dibawa untuk barang bukti, senjata 4 pucuk 3 locot 1 pistol revolver. Ganja itu akan kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses, sedangkan anggota masih menyisakan 4 hari lagi latihan. Tentu kita berharap agar masyarakat harus meninggalkan menanam ganja, beralih ke tanaman lain,” ujarnya.
Wakapoldasu Brigjen Pol Adhi Prawoto mengucapkan terimakasih kepada Danrem bersama pasukan TNI lainnya atas ditemukannya ladang ganja. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden dalam pembasmian Narkoba.
“Dua orang diduga pelaku sudah kita amankan. Ke depan dalam pembasmian Narkoba harus kerjasama yang baik TNI, Polri, pemerintah, BNN, tokoh masyarakat dan unsur lainnya, tanpa bosan terus memberantasnya. Kemudian kepada masyarakat tentu kita harapkan agar ada perubahan lebih baik,” harapnya.
Kepala Desa Pardomuan/ Huta Tua Mahlil Batubara di hadapan Danrem dan Wakapoldasu menyampaikan atas nama 6 desa (Ranto Natas, Pardomuan, Hutabangun, Sirangkap, Hutatinggi dan Desa Banjar Lancat) melarang warganya untuk menenam ganja, namun begitupun mereka mengharapkan adanya peralihan usaha.
“Kami mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk beralih kepada tanaman holtikultura, pembangunan jalan yang kondisnya saat ini sangat hancur sekali, dan bantuan keamanan, karena kami takut nanti ada teror dari oknum yang tidak menyukai atas kegiatan tersebut” ujarnya.
Atas permintaan masyarakat tersebut, baik Danrem maupun Wakapoldasu berjanji menjaga keamanaan dari masyarakat, terkait penemuan ladang ganja tersebut.
source
























































