27 Januari 2016 – GEGER!!! Fenomena Magelang Hujan Es – Berita Terbaru
Thanks for Subcribes and Share
Please Like and Coment
“Potensi hujan es ini masih memungkinkan terjadi kembali karena konsentrasi awan Cumulonimbus,” ujar Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono Selasa 26 Januari 2016.
BMKG menuturkan, berdasar informasi petugas di Kabupaten Magelang, hujan es disertai angin terjadi di Kecamatan Dukun dan Kecamatan Srumbung mengakibatkan beberapa pohon tumbang menutup akses jalan serta menimpa rumah warga. Beberapa atap rumah warga juga berhamburan di Kecamatan Dukum yang terjadi di Desa Ngargomulyo, Desa Kalibening, Desa Ngargosoko, dan Desa Tegalrandu. “Hujan es juga terjadi di wilayah Wonokerto Sleman dan sekitaran lereng Merapi,” ujar Joko.
Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Daerah DIY Pristiawan mendata, hujan yang membawa butiran es sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin, 25 Januari 2016 menerjang Kabupaten Sleman sisi Utara dan Timur tepatnya di Kecamatan Turi.
Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain, di Kecamatan Turi setidaknya tiga desa terdampak dengan 32 lokasi titik pohon tumbang. Sedangkan bangunan rusak ringan ada 15 unit, rusak sedang 5 unit, dan rusak berat 1 unit. Di Turi warga terdampak ada 13 keluarga namun tak ada korban luka. Namun untuk kerusakan yang dihimpun di Turi meliputi kabel listrik PLN, kandang ternak di 5 lokasi, rusak atap genteng 7 titik, rusak atap asbes 1 titik. Sedangkan di Kecamatan Tempel yang terdampak hujan lebat disertai butiran es ada di 2 Desa dengan 5 lokasi pohon tumbang dan kerusakan nol.
Di Kecamatan Pakem Sleman, hujan lebat menyerang satu desa dan membuat tiga bangunan rusak ringan. “Hujan Senin kemarin juga menumbangkan pohon di enam titik Kecamatan Sleman, Ngaglik, dan Prambanan,” ujar Pristiawan. Di Kecamatan Prambanan, dilaporkan satu orang mengalami shock dan harus rawat jalan di RSUD Prambanan setelah hujan lebat disertai es terjadi.
BMKG menyebut, fenomena hujan es terjadi karena awan cumulonimbus. Awan ini merupakan awan yang pertumbuhannya vertikal atau puncak awannya tinggi sehingga bagian atas awan mempunyai suhu minus yang berakibat kandungan air berwujud kristal es. “Es ini bisa jatuh karena terpental oleh petir atau karena faktor angin (golakan) turbulensi yang terjadi di awan itu,” ujar Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono.
Joko menuturkan potensi berulangnya hujan es ini masih tinggi karena masih kategori musim hujan. Potensi awan CB masih ada terutama di siang-sore hari. “Perlu ditingkatkan kewaspadaan masyarakat terutama di akhir Januari hingga Februari, karena akan memasuki puncak musim hujan,” ujarnya.
source























































