Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo memperkirakan bahwa kasus korupsi dana desa seperti di Pamekasan, Madura juga akan terungkap di daerah lain.
Sebab, menurut Eko, saat ini masih banyak pemangku kepentingan yang masih main-main dengan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat.
Terlebih dengan nilainya yang luar biasa besar mencapai Rp 60 triliun.
“Kasus Pamekasan ini bukan yang terakhir. Karena masih ada pemangku kepentingan yang masih main-main di dana desa,” kata Eko di Jakarta
Ia menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan main-main untuk menjebloskan ke penjara para pemangku kepentingan yang masih nakal, mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri dari dana desa.
“Saya ingatkan lagi pemangku kepentingan yang main-main dengn dana desa akan kita proses. Kita enggak persuasif lagi,” tegas Eko.
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengingatkan agar dana desa mendapatkan perhatian dan pengawasan yang dilakukan terus menerus. Sebab, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk dana desa sangat besar.
Sejak awal, Jokowi berharap dana desa bisa berdampak positif terhadap perputaran uang di desa dan menaikkan daya beli masyarakat.
Dana desa, kata dia, harus direncanakan dan dikelola dengan baik.
source






















































