‘GEGER’ Polisi Grebek Gudang Beras Yang Dicuci Pakai Pemutih – Berita Terbaru Hari Ini
Thanks for Subcribes and Share
Please Like and Coment
Awas Beras Putih Berbusa, Polisi Gerebek Produsen di Kota Giri
Berdagang beras boleh. Ambil untung juga sah. Namun, produsen beras di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, ini tega mencelakakan pembeli dengan mencampur bahan kimia pemutih dalam beras. Beras diedarkan di seluruh wilayah Gresik.
Minggu (28/5) Tim Sapu Bersih (Saber) Pangan Polres Gresik menggerebek tempat penggilingan padi UD Talang Mas di Cerme. Di sana, aparat mengamankan 55 karung beras. Masing-masing berisi 25 kilogram atau 1.375 kilogram.
Ribuan kilogram beras itu dikemas dan siap dipasarkan. Ada 37 karung beras yang dikemas dalam karung merek Cendrawasih. Lalu, kemasan karung bermerek Ikan Paus mencapai 22 karung. ”Beras itu siap dipasarkan,” kata Wakapolres Gresik Kompol Wahyu Putra Utama di lokasi penggilingan kemarin.
Dalam penggerebekan tersebut, Wahyu didampingi Kasatreskrim AKP Adam Purbantoro, Kabid Pangan Dinas Pertanian Lukito, Kasi Kefarmasian Dinas Kesehataan Sri Herniaty, dan Kanit Tindak Pidana Ekonomi Iptu Turkhan Badri. Pemiliknya adalah lelaki berinsial S.
Mengapa digerebek? Menurut Wahyu, pelaku mencampurkan beras hasil penggilingan dengan pembersih piring. Karena itu, beras menjadi sangat putih dan terlihat berkualitas tinggi. Jika di-pususi, beras akan berbusa. ”Itu sangat berbahaya bila dikonsumsi masyarakat,” tegas mantan Kasatlantas Polresta Sidoarjo tersebut.
Berdasar informasi, praktik culas itu dilaporkan warga yang bernama Sudarsono pada 24 Mei. Pemuda 24 tahun tersebut pernah membeli beras dalam karung bermerek Cendrawasih di Pasar Gresik. Nah, saat dicuci, beras itu mengeluarkan busa. ”Dia kemudian melapor ke Polres Gresik,” terang polisi.
Setelah empat hari melakukan penyelidikan, polisi menemukan tempat produksi beras berbusa itu. Pengirim beras merek Cendrawasih adalah UD Talang Mas. Penggilingan beras tersebut beralamat di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme.
Polisi langsung menggerebek tempat penggilingan itu pukul 15.00 kemarin. Tidak ada aktivitas produksi saat itu. Kemudian, polisi menyegel lokasi dengan memasang garis polisi (police line). Dua mesin penggilingan disita sebagai barang bukti. Wahyu menegaskan, pemilik penggilingan padi tersebut diduga sudah lama melakukan praktik culas itu. ”Tapi, wilayah edarnya masih sebatas dalam Gresik,” ungkapnya.
Sumber di kepolisian menyebutkan, pemilik penggilingan mempersiapkan beras sejak lima bulan sebelum Ramadan. Lelaki 44 tahun itu membeli karung dengan merek dagang umum di Surabaya. Merek dagang yang dibeli adalah Cendrawasih dan Ikan Paus. Karung Cendrawasih berisi beras premium, sedangkan karung Ikan Paus untuk beras biasa. Pelaku menyelep saat masih berbentuk gabah. Setelah gabah digiling menjadi beras, baru dipisahkan.
Beras utuh, tapi berwarna keruh kembali di-selep. Beras itu juga disemprot cairan pencuci piring. Beras kuning pun terlihat putih. Namun, bila pembeli jeli, beras tersebut masih menimbulkan bau cairan pencuci piring. Keanehan muncul ketika beras dicuci. Airnya berbusa. Pencuri piring itu mengandung sejumlah bahan kimia yang membahayakan kesehatan.
source






















































