BeritaDesa.co.id — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Desa Bersatu bersama delapan Organisasi Desa Nasional menggelar silaturahmi dan koordinasi strategis dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, di Ruang Rapat Menteri Desa, Senin (14/4/2025).
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa PDT, Ir. H. Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes, Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya di lingkungan Kemendes PDTT. Dari pihak organisasi desa, Ketua Umum DPP Desa Bersatu Asri Anas didampingi para Ketua Umum Organisasi Desa Nasional dan jajaran pengurus DPP Desa Bersatu.
Selain itu juga dihadiri oleh Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP ABPEDNAS dan Pengurus DPP Desa Bersatu, RA.Nova Sasranusdila.S.sos.M.soc., mewakili Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama M.PWK., IPU yang sedang menunaikan ibadah Umroh.
Baca Juga: Silaturahmi DPP Desa Bersatu dan 8 Organisasi Desa Nasional Bersama Menteri Desa: Dorong Kolaborasi Pembangunan Desa
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Desa H. Yandri Susanto memaparkan berbagai langkah strategis Kemendes dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Salah satu inisiatif unggulan yang menjadi fokus adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah lembaga yang diharapkan mampu membina beragam unit usaha berbasis kebutuhan masyarakat desa.
“Melalui Koperasi Desa Merah Putih, kita ingin menghadirkan unit usaha seperti cold storage untuk hasil pertanian dan perikanan, layanan simpan pinjam, logistik desa, hingga apotek desa. Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Menteri Yandri.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Desa Bersatu, Asri Anas, menyampaikan dukungan penuh dari organisasi-organisasi desa terhadap program prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Koperasi Desa Merah Putih adalah instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, memperkuat swasembada pangan, dan mendorong terwujudnya desa yang maju dan mandiri,” ujar Asri Anas.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan organisasi desa dalam mewujudkan visi pembangunan desa yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.






















































