
BANJARMASIN : Pelaku ekonomi kreatif Kalimantan Selatan mendapat peluang untuk memperluas promosi dan jaringan usaha melalui perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026. Dalam kegiatan yang digelar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) pada Selasa (27/10/2026), potensi produk lokal Banua didorong agar semakin dikenal di pasar yang lebih luas.
Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari tujuh provinsi yang terlibat dalam perayaan Hekrafnas tahun ini. Kegiatan tersebut juga berlangsung di 17 negara sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan promosi ekonomi kreatif Indonesia.
Ketua DPW Gekrafs Kalimantan Selatan, Andi Fitri, mengatakan daerahnya memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Potensi tersebut mencakup kuliner khas, fesyen, kriya, serta berbagai karya yang mengangkat budaya dan kearifan lokal.
Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung pengembangan produk, inovasi, promosi, dan akses pemasaran agar mampu bersaing di luar daerah.
“Melalui Nusantara Creative Walk, kami ingin potensi ekonomi kreatif Kalimantan Selatan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional. Banua memiliki banyak potensi yang perlu terus kita dorong agar memiliki nilai tambah dan daya saing,” ujar Andi Fitri dalam keterangan pers yang diterima redaksi.
Salah satu upaya yang diusung Gekrafs melalui program Nusantara Creative Walk (NCW) ialah memberikan ruang promosi lebih luas bagi karya kreatif dari berbagai daerah, termasuk produk unggulan Kalimantan Selatan.
Andi Fitri berharap momentum Hekrafnas dapat dimanfaatkan para pelaku usaha kreatif untuk membangun kemitraan, memperluas jaringan, serta menjajaki peluang usaha baru. Dengan demikian, kreativitas masyarakat tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata.
“Kami berharap momentum Hekrafnas ini dapat menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, dan membuka peluang usaha baru. Kami ingin karya-karya anak Banua semakin percaya diri untuk tampil dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.
Kolaborasi dan Perlindungan Karya
Penguatan ekonomi kreatif juga memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas, pelaku usaha, pemerintah, hingga pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong pengembangan produk sekaligus memperluas akses pasar secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian Hekrafnas 2026, Gekrafs dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama itu diarahkan untuk melindungi karya, mendukung pelaku industri kreatif, dan mengawal ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.
Hekrafnas diperingati setiap 24 Oktober. Peringatan ini diinisiasi Gekrafs sejak 2022, sementara penetapannya diperkuat melalui keputusan yang ditandatangani Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, pada 18 Oktober 2023.
Pada 2026, perayaan tersebut melibatkan tujuh provinsi, yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di 17 negara, termasuk Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Tiongkok, dan Turki.
Di Jakarta, Gekrafs turut meramaikan rangkaian kegiatan bersama World Conference on Creative Economy. Salah satu agendanya adalah Creative Village, yang menampilkan produk kreatif pilihan Indonesia pada 21–25 Oktober 2026 di Hotel Kempinski Jakarta dan kawasan SCBD.
Puncak Hekrafnas pada 24 Oktober dikemas melalui program Rekacipta Nusantara di Sampoerna Strategic Square. Agenda tersebut melibatkan sejumlah subsektor ekonomi kreatif, termasuk kuliner dan fesyen, serta menjadi momentum peluncuran kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) terbaru Gekrafs sebagai maskot kreativitas.
Bagi Kalimantan Selatan, rangkaian kegiatan ini diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat identitas produk Banua, memperluas kemitraan, dan menjangkau konsumen di tingkat nasional maupun internasional.














































































