BeritaDesa.co.id, Gresik – Gerai Kita (Gerakan Administrasi Sedikit Kertas) sebuah terobosan baru lahir sebagai respons terhadap berbagai permasalahan dalam sistem administrasi konvensional, sistem manual yang mengandalkan dokumen fisik yang sering kali menyebabkan proses birokrasi menjadi lamban, membutuhkan waktu lama dalam pencarian dokumen, serta resiko tinggi akan kehilangan dan kerusakan arsip.
Berlandaskan PP. Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang mewajibkan instansi pemerintah menggunakan teknologi informasi dalam proses administrasi untuk mewujudkan tata kelola yang efektif dan efisien.
Gerai Kita Kecamatan Driyorejo, hadir sejak 18 Agustus 2025 membawa solusi untuk menyederhanakan alur kerja, memangkas biaya, dan mempercepat respons layanan kepada Masyarakat, dan telah melakukan tahapan uji coba pada 28 Nopember 2025.
Camat Driyorejo Muhammad Amri S.SiT, M.AP. mengatakan, “Gerai Kita Kecamatan Driyorejo adalah gerakan Paperless sebuah konsep pengurangan penggunaan kertas dalam berbagai aktivitas, dengan cara mengganti dengan menggunakan format digital sistem elektronik” Terangnya di Driyorejo Gresik (Kamis, 21/05/2026)
“Saat ini kami melaksanakan program pemerintah, dengan mengambil manfaat sebagai bentuk efisiensi biaya ATK dan waktu, selain itu juga dalam rangkah mendukung program Smart Government yang membuat pelayanan lebih cepat, mudah dan transparan bagi masyarakat” sambung pria yang sebelumnya pernah menjabat Camat Balongpanggang
Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Pembangunan Drs. Mudjiono MM, mengakui “Kondisi sebelum ada inovasi Gerai Kita, biaya operasional tinggi, proses administrasi masih dilakukan secara konvensional menggunakan kertas dalam jumlah besar untuk penyusunan, pencatatan data dan pelaporan, serta kebutuhan ruang penyimpanan arsip fisik yang luas” (Red)





















































