
BANJARMASIN : Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri menetapkan nakhoda KM Virgo Transport 8, AY sebagai tersangka dalam kecelakaan laut yang menimpa kapal tersebut.
Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Kukuh Prabowo mengatakan, perkara kecelakaan tersebut kini telah dilimpahkan dan ditangani oleh Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.
“Perkara sudah dilimpahkan ke Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri. Saat ini sudah ditangani dan sementara sudah menetapkan tersangka nakhodanya serta sudah dilakukan penahanan,” ujar Kukuh di Jakarta, Kamis (01/10/2026).
Menurut Kukuh, penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut. “Pemeriksaan sementara masih berlanjut untuk mencari para pihak yang bisa dimintai pertanggungjawabannya,” katanya.
Empat Jenazah Kembali Ditemukan
Di tengah proses penyidikan, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Hingga Rabu sore, tim SAR menemukan empat jenazah melalui penyisiran di sejumlah wilayah daratan Kalimantan Tengah. Dengan penemuan tersebut, masih terdapat 57 korban yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Satu jenazah ditemukan di wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, sekitar pukul 01.07 WIB. Informasi penemuan tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya pada pukul 07.55 WITA.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Sukamara untuk penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut.
Tiga jenazah lainnya ditemukan beberapa jam kemudian di Sungai Teruntum, Kecamatan Sungai Hilir, Kabupaten Seruyan. Ketiganya ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 13.30 WIB, sementara informasi mengenai penemuan tersebut diterima pada pukul 15.17 WITA.
SMC Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan, operasi pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar lokasi kecelakaan. Tim SAR memperluas penyisiran hingga wilayah Kalimantan Barat untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
Sebelumnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Kantor SAR Pontianak untuk melakukan pencarian di wilayah tersebut.
“Siapa tahu kemungkinan-kemungkinan korban itu bisa muncul di daerah itu. Jadi sudah kita laksanakan komunikasi dan koordinasi,” ujar Putu, Rabu (30/9) malam.
Koordinasi juga dilakukan dengan unsur SAR di Surabaya dan Semarang. Selain mengerahkan personel serta sarana pencarian, Basarnas melibatkan kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran sekitar lokasi kejadian. Informasi pencarian juga terus disebarluaskan melalui e-broadcast Basarnas Command Center (BCC).
Sekoci Ditemukan Kosong
Dalam operasi pencarian pada Rabu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya menerima informasi mengenai sebuah life craft atau sekoci yang telah memasuki wilayah Natai Kuini, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 7 nautical mile (NM) dari wilayah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sekoci tersebut. Namun, tidak ditemukan penumpang di dalamnya. “Sudah dilaksanakan pengecekan juga, namun life craft itu kosong, belum ada indikasi ada penumpang di dalamnya,” kata Putu.
Selain mengerahkan Search and Rescue Unit (SRU) di darat dan laut, Basarnas meminta dukungan Kementerian Perhubungan melalui distrik navigasi dan stasiun radio pantai.
Permintaan tersebut disampaikan melalui Maklumat Pelayaran (Mapel), sehingga informasi mengenai pencarian korban dapat diteruskan kepada kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran.
Dengan melibatkan kapal yang melintas, pencarian dapat diperluas untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus atau berada jauh dari lokasi kecelakaan.
Sementara itu, tim penyelam gabungan Basarnas dan TNI AL kembali melakukan penyisiran di bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8. Penyelaman dilakukan untuk mencari kemungkinan korban yang masih berada di dalam kapal. Namun, hingga Rabu sore, penyelaman tersebut belum menemukan korban tambahan.
Operasi pencarian terhadap 57 korban yang masih belum ditemukan akan terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran melalui jalur darat maupun laut.







































































