
PALANGKA RAYA : Inovasi bus oksigen keliling yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya berpeluang menjadi proyek percontohan (pilot project) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Peluang tersebut mengemuka setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Menteng dan Puskesmas Panarung, beberapa waktu lalu.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan serta distribusi oksigen.
Menurut Fairid, Menteri Kesehatan memberikan perhatian terhadap inovasi mobilisasi oksigen yang telah diterapkan di Palangka Raya. Bahkan, pemerintah pusat membuka peluang memberikan dukungan tambahan untuk pengembangan layanan tersebut.
“Termasuk yang mobilisasi oksigen, beliau kemarin menyampaikan ingin menjadikan pilot project seperti di Kota Palangka Raya. Nanti akan ada tambahan dari Kemenkes untuk mobil oksigen,” ujar Fairid, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Menkes juga menanyakan ketersediaan stok oksigen, proses pengisian, hingga kebutuhan pendukung operasional bus oksigen keliling.
Pemko Palangka Raya, lanjutnya, telah menyampaikan sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya percepatan penyediaan selang dan proses pengisian oksigen. Meski demikian, hingga saat ini kebutuhan tersebut masih dapat ditangani dan belum menimbulkan kendala berarti.
“Kami sudah menyampaikan bahwa selang juga itu perlu cepat, kemudian pengisian. Tapi sampai dengan saat ini tidak ada permasalahan,” jelasnya.
Fairid berharap perhatian pemerintah pusat tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dukungan konkret. Dengan demikian, operasional bus oksigen keliling dapat semakin optimal dalam menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain membahas layanan oksigen, Pemko Palangka Raya juga menyampaikan kebutuhan peningkatan infrastruktur fasilitas kesehatan. Salah satunya melalui usulan renovasi maupun relokasi sejumlah puskesmas agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
Dalam kunjungan tersebut, Puskesmas Menteng dan Puskesmas Panarung juga menerima bantuan berupa masker, tabung oksigen, nebulizer, vitamin, serta regulator oksigen.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menyampaikan bahwa Palangka Raya menjadi kota pertama di Indonesia yang menginisiasi inovasi bus oksigen keliling tersebut.
“Yang mulai pertama kita Kota Palangka Raya,” katanya, Jumat (30/10/2026).
Meski demikian, Fairid menegaskan bahwa peluang menjadikan bus oksigen keliling Palangka Raya sebagai proyek percontohan nasional masih sebatas rencana dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah pusat.
Jika terealisasi, dukungan Kemenkes diharapkan dapat memperkuat pengembangan layanan mobilisasi oksigen sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.














































































