
BANJARBARU : Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kondisi ini memaksa sekolah menyesuaikan jadwal pembelajaran tatap muka (PTM). Untuk melindungi kesehatan siswa, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat memperbolehkan sekolah menyesuaikan jadwal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berdasarkan kondisi kualitas udara di lingkungan masing-masing.
Sekolah yang terdampak kabut asap cukup pekat diperbolehkan memulai kegiatan belajar pada pukul 09.00 WITA. Kepala Disdik Kota Banjarbaru, Abdul Basid, mengatakan, “Penyesuaian jadwal tersebut tetap mengacu pada surat edaran dinas pendidikan serta ketentuan kementerian terkait penanganan kabut asap,”ujarnya pada Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, Abdul Basid mengingatkan, terkait perubahan jam masuk harus terlebih dahulu mendapat persetujuan komite sekolah sebelum dilaporkan kepada Disdik Banjarbaru.
Wilayah Liang Anggang dan Landasan Ulin menjadi salah satu kawasan yang masih mendapat perhatian. Kabut asap di kedua wilayah tersebut, terutama pada pagi hari, belum sepenuhnya menghilang meski kondisi udara mulai membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Salah satu sekolah yang menerapkan penyesuaian jadwal adalah SDN 2 Landasan Ulin Barat. Kepala sekolah Inggid Megasari mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan orang tua siswa setiap pagi untuk menentukan waktu masuk yang disesuaikan dengan kondisi udara.
Jika kabut asap masih tebal, siswa diperbolehkan datang pada pukul 09.00 WITA. Sementara itu, para guru tetap bersiap di sekolah sejak pagi untuk memastikan kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai kondisi yang memungkinkan.
Bagi siswa yang datang lebih awal, pihak sekolah mengarahkan mereka untuk menunggu di dalam ruang kelas guna mengurangi paparan asap di luar ruangan. Sekolah juga mewajibkan penggunaan masker sebagai langkah perlindungan tambahan.
Di tengah penyesuaian tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap diupayakan berlangsung menarik. Salah satunya melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), yakni metode pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Pihak sekolah menyebutkan belum menerima laporan siswa yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Meski demikian, kondisi udara dan kesehatan peserta didik tetap menjadi perhatian sebelum kegiatan PTM kembali berjalan dengan jadwal normal.
Disdik Banjarbaru berharap kualitas udara segera pulih sehingga aktivitas pendidikan dapat berlangsung seperti biasa. Selama kabut asap masih berpotensi mengganggu kesehatan, penyesuaian kegiatan belajar tetap menjadi salah satu langkah untuk menjaga keselamatan siswa.










































































