
BANJARBARU : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027. Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem.
Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, sebanyak 56,4 persen wilayah diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027. Sementara itu, 36 persen wilayah diperkirakan mencapai puncak musim hujan lebih awal, yakni pada Desember 2026.
Adapun 4,7 persen wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Maret 2027, sedangkan 2,9 persen lainnya pada Mei 2027.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, sebanyak 53,1 persen wilayah Kalsel diprediksi mengalami kemunduran puncak musim hujan selama satu bulan. Sebanyak 40,5 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak musim hujan sesuai waktu normal, sementara 6,3 persen lainnya justru mengalami kemajuan satu bulan.
Meski waktu awal dan puncak musim hujan mengalami pergeseran, BMKG memperkirakan sifat musim hujan 2026/2027 berada dalam kategori normal di seluruh wilayah Kalsel. Artinya, akumulasi curah hujan selama periode tersebut secara umum diprakirakan berada dalam kisaran rata-rata klimatologis.
Namun, kategori normal tidak berarti seluruh wilayah terbebas dari ancaman hujan lebat maupun cuaca ekstrem.
Dari sisi durasi, sebanyak 46,6 persen wilayah diprediksi mengalami musim hujan selama 19–21 dasarian. Selanjutnya, 50,4 persen wilayah diperkirakan mengalami musim hujan selama 22–24 dasarian, sedangkan 2,9 persen lainnya berlangsung selama 25–27 dasarian.
Pemda Diminta Perkuat Mitigasi Bencana
Menghadapi perubahan pola musim tersebut, pemerintah daerah di Kalsel diminta memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi.
Upaya antisipasi tidak hanya diperlukan ketika curah hujan meningkat. Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode kemarau serta masa peralihan musim juga harus menjadi perhatian.
Pada September hingga Oktober 2026, potensi kekeringan dan karhutla masih perlu diwaspadai. Memasuki November dan Desember, perhatian pemerintah daerah perlu diarahkan pada peningkatan curah hujan seiring dimulainya musim hujan secara bertahap.
BMKG juga mengingatkan pentingnya penyesuaian kegiatan pada sejumlah sektor yang terdampak perubahan musim.
Di sektor pertanian, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam berdasarkan prakiraan awal musim hujan di wilayah masing-masing. Penggunaan varietas tanaman dengan masa pertumbuhan lebih pendek juga dapat menjadi salah satu strategi adaptasi.
Sementara itu, di sektor sumber daya air, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemanfaatan air hujan melalui peningkatan kapasitas penampungan serta konservasi air. Perbaikan sistem drainase juga diperlukan untuk mengurangi risiko genangan ketika intensitas hujan meningkat.
Pada sektor kesehatan, masyarakat diminta mewaspadai penyakit yang berkaitan dengan genangan air, termasuk penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk dan kegiatan larvasidasi perlu ditingkatkan sebagai langkah pencegahan.
Dari sisi penanggulangan bencana, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan jalur evakuasi dan sistem drainase, terutama di kawasan rawan banjir dan tanah longsor. Langkah tersebut penting untuk menghadapi periode awal musim hujan hingga mencapai puncaknya.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, A Fachri Radjab, berharap prakiraan musim hujan yang diterbitkan BMKG dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar menyusun langkah antisipasi.
Menurutnya, informasi iklim tidak cukup hanya disampaikan kepada masyarakat, tetapi juga harus dipahami dan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.
“Kami sangat mengharapkan agar informasi kami ini bisa diterima, dipahami, menjadi acuan dan pada akhirnya bisa membawa pemanfaatan bagi masyarakat di lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.














































































