
BANJARBARU : PDI Perjuangan mendesak pemerintah pusat memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penanaman kelapa sawit di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kawasan hutan yang rusak akibat kebakaran dipulihkan sesuai fungsi ekologisnya, bukan dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit komersial.
Desakan itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, di sela-sela konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru, Sabtu (31/10/2026).
Djarot menegaskan, pemulihan kawasan hutan pascakarhutla harus menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, lahan hutan yang terbakar perlu dikembalikan menjadi kawasan hutan agar kerusakan lingkungan tidak semakin meluas.
“Hutan-hutan yang terbakar harus dikembalikan fungsinya menjadi hutan kembali, tidak dijadikan kawasan perkebunan sawit. Ini menjadi peringatan keras bagi kita semua, khususnya pemerintah pusat, agar antisipasi dilakukan lebih dini,” ujar Djarot.
Dalam konsolidasi tersebut, PDI Perjuangan Kalsel juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan, mulai dari karhutla, kekeringan, hingga ancaman banjir menjelang peralihan musim.
Djarot menyebut dampak El Nino tahun ini telah menimbulkan kerugian besar, tidak hanya terhadap ekosistem, tetapi juga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Asap kebakaran mengganggu aktivitas warga, sementara upaya pemadaman juga menimbulkan risiko bagi petugas di lapangan, bahkan hingga jatuhnya korban jiwa.
Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini dan pemulihan lingkungan secara menyeluruh agar bencana serupa tidak terus berulang.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin atau akrab disapa Bang Dhin, menginstruksikan seluruh jajaran partai dan kader di daerah untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak krisis lingkungan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan keprihatinan. Kehadiran kader di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana.
“Hal yang dibutuhkan publik saat ini adalah tindakan nyata dan konkret. Empati dan simpati saja tidak cukup. Kita semua harus merasakan kesulitan masyarakat dan merespons cepat melalui langkah penanganan yang tepat,” tegas Bang Dhin.
Sebagai tindak lanjut, DPD PDI Perjuangan Kalsel telah menggerakkan jajaran partai untuk menyalurkan bantuan air bersih, membagikan masker, memberikan layanan kesehatan dasar, serta mendistribusikan bibit pohon kepada seluruh DPC se-Kalsel.
Distribusi bibit pohon tersebut diarahkan untuk mendukung gerakan penghijauan dan pemulihan lingkungan dalam jangka panjang.
Selain penanganan dampak karhutla, PDI Perjuangan Kalsel juga menyiagakan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di berbagai tingkatan. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, terutama banjir dan tanah longsor seiring peralihan cuaca ekstrem menuju musim penghujan.













































































