
PALANGKA RAYA : Laju kenaikan harga barang dan jasa di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menunjukkan tekanan tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Kalteng pada Oktober 2026 mencapai 5,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,28.
Kenaikan inflasi tersebut terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi sebesar 8,33 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.
Kepala BPS Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, Rabu (4/11/2026) mengatakan inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya indeks harga konsumen di berbagai sektor kebutuhan masyarakat.
“Secara tahunan, inflasi Kalteng pada Oktober 2026 tercatat sebesar 5,19 persen dengan IHK 114,28. Kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran,” ungkap Toto.
Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, tekanan inflasi juga berasal dari kelompok transportasi yang mencapai 6,29 persen. Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 4,80 persen.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Kapuas mencatat inflasi tahunan tertinggi di Kalteng, yakni 5,87 persen dengan IHK 115,29. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 4,72 persen dengan IHK 113,51.
BPS juga mencatat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran lainnya. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 3,29 persen, diikuti perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,16 persen.
Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 2,38 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki tercatat sebesar 2,16 persen, kesehatan 2,09 persen, serta pendidikan 1,81 persen.
Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi sebesar 1,59 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatat kenaikan paling rendah, yakni 0,42 persen.
Selain inflasi tahunan, BPS mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) Kalteng pada Oktober 2026 sebesar 0,68 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d), yakni perbandingan Oktober 2026 terhadap Desember 2025, mencapai 3,91 persen.
Tingginya inflasi tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga masih terjadi di berbagai kelompok kebutuhan masyarakat, terutama pangan. Perkembangan ini menjadi perhatian penting karena kenaikan harga kebutuhan pokok dapat memengaruhi daya beli dan pengeluaran rumah tangga di Kalteng.












































































